oleh

Mantan Bupati Fathul Huda Mulai Buka Suara, Tuban Tidak Baik-baik Saja

seputartuban.com, TUBAN – Mantan Bupati Tuban dua periode, Fathul Huda mengungkap sejumlah hal yang terjadi di Tuban belakangan ini. Hal itu disampaikan saat di acara pelantikan Pimpinan Anak Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PAC IKA PMII) se-Kabupaten Tuban. Di Aula SMP BAS Tuban, Minggu (29/05/2022).

Fathul Huda dalam sambutannya yang juga disiarkan secara langsung melalui media sosial itu, mengungkap pembangunan yang dilakukan selama pemerintahannya dulu secara berkesinambungan. Dia mencontohkan pembangunan terminal wisata yang menghabiskan dana banyak tapi mangkrak. Namun tetap difungsikan, bukan ditutup.

“Apapun yang dibangun oleh dulu seperti terminal wisata yang menghabiskan uang tetap saya pertahankan ndak langsung saya tutup. Sekarang bumi wali saja mati sudah berapa bulan yang di alun-alun itu ndak pernah dinyalakan, itu pelan-pelan kayaknya mau digites (dimatikan),” ungkapnya disambut riuh hadirin.

Mustasyar PC NU Kabupaten Tuban itu juga mengungkap brand Bumi Wali yang terkesan pelan-pelan dimatikan. Padahal menurutnya, Bumi Wali memiliki semangat cinta kasih. Semangat itulah yang membuat tidak ada dendam politik dan dendam dalam pemerintahan.

“Seandainya masih ada bumi wali itu ndak ada dendam. Karena wali itu berbuat baik kepada sipapun. Tapi karena bumi wali ini sudah mulai diredupkan, dendamlah yang terjadi. Orang ndak salah, ndak perkoro (perkara) di non jobkan. Itu salah satu bukti kalua karakter wali sudah mau dihilangkan,” tegasnya.

Kembali ditegaskan bahwa sikap wali menerima perbedaan lintas agama maupun lintas partai. “Maka Ketika saya menjabat orang yang pernah memusuhi saya itu semua jadi kepala dinas. Karena kita mengembangkan sifat wali yaitu kasih sayang pada orang. Baik itu seideologi dengan kita, maupun orang itupun minta kepada kita maupun tidak minta semua kita rangkul,” ungkapnya.

Sehingga dia mengingatkan, jika kondisi belakangan ini terus terjadi, maka masalah-masalah baru dikemudian hari akan terus terjadi di Tuban. “Sekarang belum apa-apa sudah ada rekomendasi KASN. Nanti sebentar lagi ada rekomendasi yang lainnya. Kalau ini diteruskan, jadi akan berulang tuban membara seperti 10 tahun yang lalu,” katanya tegas.

Dia bahkan mengamati teknis rapat yang mengabaikan nilai-nilai keagamaan maupun penghormatan sesama manusia. Karena menurutnya jika menjaga hubungan baik sesama manusia saja tidak bisa dilakukan, maka juga tidak akan dapat menjaga hubungan baik dengan Allah SWT.

“Rapat kalau waktunya sholat maghrib itu harus break, tapi karena tidak punya hubungan baik dengan manusia maka maghrib ditendang sampai isya. Yang Namanya staf tidak ada yang berani izin. Sehingga apa yang terjadi, takutnya bukan takut kepada Allah SWT tapi takutnya kepada pimpinan,” tutupnya. NAL