oleh

Tidak Bisa Jaga Prokes, Lebih Baik Tempat Wisata Jangan Buka

seputartuban.com, TUBAN – Tingkat penyebaran Covid -19 di kabupaten  Tuban terus meningkat, apalagi masih berstatus zona merah. Saat ini memasuki liburan akhir dan awal tahun 2021, perlu peningkatan pengawasan di masing – masing tempat wisata. Karena Sangat berpotensi terjadinya penyebaran virus. Dengan kerumunan wisatawan lokal, atau bahkan masih banyak wisatawan luar daerah.

Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyah mengatakan Kabupaten Tuban saat ini memasuki zona merah dan bahkan 7 Puskesmas ditutup sementara. Sehingga menjaga protokol kesehatan (Prokes), menjadi tanggungjawab bersama.

“Hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk saling menjaga,” katanya, Senin (28/12/2020).

Endah menjelaskan, Mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Tuban Nomor 367/6776/414.012/2020 Tentang antisipasi penyebaran Virus Desease 2019 pada Bulan Desember 2020 dan Tahun Baru 2021, dan peraturan Bupati Tuban Nomor 65 Tahun 2020 tentang penerapan Disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Untuk pencegahan dan pengendalian Covid -19.

Seluruh kegiatan yang berpotensi mendatangkan massa banyak atau kerumunan Dibatasi. Pengelola kegiatan ekonomi mengatur sirkulasi pengunjung atau pembatasan waktu kunjungan agar tetap dapat menjalankan protokol kesehatan Covid -19 secara ketat. “Untuk tempat wisata kalau tidak mampu menerapkan prokes lebih  baik tidak usah buka,” tegasnya.

Hasil pantauan seputartuban.com, Minggu (27/12/2020) ada tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi wisatawan. Secara formal di depan lokasi wisata terdapat tempat cuci tangan. Namun prakteknya tidak semua wisatawan bercuci tangan. Soal menjaga jarak, juga terkesan diabaikan. Karena kerumunan di dalam lokasi wisata sudah jadi pemandangan yang lumrah.

Belum lagi, hajatan dengan hiburan rakyat juga masih terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Tuban meski sudah ada SE dari Bupati Tuban tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga, Sulistyadi saat ditanya soal operasional tempat wisata dan pembatasan wisatawan, mengatakan sesuai Surat Edaran Bupati nomor 6915/2020 bahwa sistem kerja untuk ASN diatur secara bergantian dan apa bila tidak sangat perlu, maka dilarang keluar daerah.

Untuk antisipasi liburan akhir tahun, maupun awal tahun secara terpusat sudah diarahkan agar tetap dihimbau untuk dirumah saja. Sehingga berkaitan jawa timur kondisi zona merah maka tidak diperkenankan mengadakan perayaan maupun pementasan-pementasan yangg mendatangkan kerumunan masa tidak diperbolehkan.

“Sedangkan larangan ini tetap pengawasannya akan dikawal oleh Tim Gugus tugas termasuk Disparbudpora baik kabupaten maupun kecamatan. Kondisi dilapangan ada titik titik pos pantau dimana petugasnya akan mrngendalikan Prokes mengoperasi yang tidak mencuci tangan dan tidak pakai masker serta mengantisipasi yang membuat kerumunan dan lain-lainya,” katanya.

Data Pemkab Tuban yang dipublikasikan Senin (28/12/2020) melalui laman resminya, sebaran Covid-19 sebanyak 21 jiwa tersuspect. 1.460 jiwa positif dan 939 jiwa sembuh, 147 jiwa meninggal serta 374 jiwa sedang dirawat. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru