seputartuban.com, JENU – Wajah pendidikan di Kabupaten Tuban heboh dengan viralnya video bullying atau perundungan di SMP Sabilul Muhtadin, Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sabtu (18/4/2026), dilakukan mediasi dnegan para pihak terkait. Termasuk orang tua terduga pelaku perundungan dan orang tua korban.
Kepala Sekolah SMP Sabilul Muhtadin, Abdul Rohim saat ditemui diruang guru menjelaskan, pihaknya sudah mempertemukan orang tua terduga pelaku dan korban. Serta meminta keterangan dari para siswa yang terlibat dalam video.
“Setelah video viral, kamarin malam (17/4/202) dari pihak kepolisian sudah datang kemari dan meminta keterangan. Dan Pagi ini (18/2026) kami datangkan semua wali murid dan terduga pelaku untuk dimintai keterangan,” jelasnya.
Saat ditanya tentang pengawasan, dirinya mengaku pihak sekolah kecolongan dan tidak mengetahui adanya perundungan disaat jam sekolah tersebut. Karena tidak ada yang melaporkan kepadanya dari guru maupun siswa. “Kami mengakui lalai dalam pengawasan ke anak didik kami, dan hal ini dapatnya menjadi pembelajaran kami kedepannya,” imbuhnya.
Abdul Rohim menambahkan, untuk mengurangi terjadinya jam kosong, pihaknya memberlakukan sistem tukar jam antar guru. “Karena sekolah swasta, kami memberlakukan sistem saling kordinasi antar guru agar dapat bertukar jam belajar dan tidak sampai ada jam kosong,” tandasnya.
Selain itu, lokasi kejadian dalam video tersebut berada di samping selatan gedung ruang guru. Kawasan itu tidak terdapat kamera pengawas. Serta tidak ada aktivitas para siswa sehingga kejadian itu juga tidak diketahui siswa lainnya.
Orang tua korban perundungan ( R) 37, menyayangkan dengan terjadinya kejadian yang menimpa anaknya. Tetapi, dia meminta pihak sekolah untuk menyelesaikan kejadian ini dengan baik. “ \Karena kejadian ini terjadi dilingkungan sekolah dan mestinya pihak sekolah yang melakukan pengawasan. Maka saya kembalikan lagi kepihak sekolah untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.
Saat bagaimana respon anaknya akibat kejadian ini, R menceritakan, dari keterangannya memang tidak pernah ada masalah apa-apa karena terduga pelaku merupakan kakak kelasnya. Hanya dipanggil disuruh ke atas (lantai dua) katanya mau di beri jajan. Lalu korban akan keatas tiba- tiba dipukuli dan ditendang serta di videokan.
“Memang anak tidak pernah bercerita kepada orang tua usai kejadian di sekolahan mungkin di ancam juga . Memang sempat mengeluh badannya panas dan merasa pusing, ya kami obatkan ke Bidan saja karena kami kira sakit biasa,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

