seputartuban.com, BOJONEGORO — Institut Sains Teknologi dan Kesehatan (ISTeK) Insan Cendekia Husada Bojonegoro atau yang dikenal sebagai “Kampus Ungu” menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menghasilkan kemanfaatan nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan dalam sambutan Rektor ISTeK ICsada Bojonegoro, Nurul Jariyatin, S.H., M.Kn., pada prosesi Wisuda Program Sarjana S1 Ilmu Keperawatan ke-18 dan Pengukuhan Profesi Ners ke-14 yang digelar di Bojonegoro, Rabu (20/05/2026).
Pada wisuda tersebut, kampus meluluskan sebanyak 286 wisudawan, yang terdiri dari 183 lulusan Sarjana Keperawatan dan 103 lulusan Profesi Ners. Jumlah tersebut menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang siap terjun di berbagai sektor pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Nurul Jariyatin memaparkan berbagai capaian dan dampak nyata yang telah dihasilkan kampus terhadap masyarakat, dunia kerja, hingga pengembangan riset mahasiswa dan dosen.
Dalam pemaparannya, ISTeK ICsada menunjukkan bahwa lulusannya telah terserap di berbagai sektor layanan kesehatan. Data yang ditampilkan memperlihatkan lulusan terbesar bekerja di rumah sakit swasta sebesar 28 persen, disusul klinik 22 persen, rumah sakit pemerintah/PNS 17 persen, puskesmas 14 persen, wirausaha 7 persen, institusi pendidikan 5 persen, perusahaan migas 4 persen, dan tenaga kesehatan perusahaan swasta sebesar 3 persen.
Capaian tersebut disebut menjadi indikator bahwa lulusan kampus tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga tersebar di berbagai sektor strategis pelayanan kesehatan.
Selain penyerapan lulusan, pihak kampus juga memaparkan keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi nasional. Dalam ajang National BMC Competition 2025, sebanyak 74 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ikut berpartisipasi. Kompetisi itu melibatkan kampus-kampus dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, hingga Bali.
Keikutsertaan dalam kompetisi nasional disebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya inovasi dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
Pada bidang riset, kampus juga menampilkan sejumlah hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat maupun mitra kerja. Beberapa di antaranya berupa aplikasi kesehatan, media edukasi, hingga inovasi digital keperawatan.
Beberapa karya yang dipaparkan antara lain aplikasi Diabetku yang dimanfaatkan Sahabat Pertamina, aplikasi Mobile Asuhan Keperawatan Anak, flyer edukasi PATUH di Desa Pagerwesi, video animasi gagal ginjal untuk media pembelajaran sekolah dasar, hingga aplikasi absensi QR Code untuk mahasiswa Fakultas Sainstek.
Tidak hanya berhenti pada riset, kampus juga menampilkan berbagai program pengabdian masyarakat dan tugas terintegrasi mahasiswa yang telah diterapkan di lapangan. Program tersebut meliputi media edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, simulasi TBC, edukasi HIV, hingga pendampingan kesehatan ibu hamil.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah “Keluarga Binaan” yang telah dijalankan sejak tahun 2015. Dalam data yang dipaparkan, program tersebut telah menjangkau 4.018 keluarga binaan yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.
Di Kabupaten Bojonegoro, program menjangkau sejumlah desa seperti Sumberagung, Gayam, Brabowan, Bonorejo, Mojodelik, Sumberrejo Kecamatan Trucuk, Bulu Kecamatan Balen, hingga Pagerwesi dan Sambiroto. Sementara di Kabupaten Tuban, program menyasar Desa Rahayu, Kebonagung, dan Bulurejo.
Program tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas akademik mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, Nurul Jariyatin juga menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata. Pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus melahirkan inovasi, pengabdian, dan solusi yang bisa dirasakan masyarakat.
Melalui paparan berbagai capaian tersebut, ISTeK ICsada Bojonegoro mencoba menunjukkan bahwa peran kampus tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat di daerah. Wisuda yang digelar bukan hanya menjadi seremoni kelulusan mahasiswa, tetapi juga momentum untuk menunjukkan hasil nyata kontribusi kampus kepada masyarakat luas. Nal

