oleh

Tekan Radikalisme Melalui KUA, Pesantren Dan Majelis Taklim

seputartuban.com, TUBAN – Beberapa waktu lalu bangsa Indonesia kembali dikejutkan dengan adanya peledakan bom bunuh diri di Gereja dan penyerangan Mabes polri yang dilakukan oleh  kelompok teroris. Bahkan beberapa hari lalu wilayah Kabupaten Tuban juga dikejutkan oleh  adanya salah satu terduga jaringan teroris. Merupakan warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Pria itu ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid mengatakan perlu adanya upaya sinergitas program dan kerjasama dengan berbagai pihak baik kepolisian, ulama dan tokoh masyarakat. Sehingga radikalisme dan terorisme bisa diberantas dengan baik.

“Kementerian Agama mempunyai peran sangat signifikan dalam upaya memberantas paham  radikal yang berkembang, bisa melalui KUA, Penyuluh, Pesantren dan Majelis Taklim,”  katanya saat di konfirmasi, selasa (06/04/2021).

Sahid menambahkan, berbicara tentang peran nyata Kemenag terhadap pencegahan radikalisme, intoleransi dan terorisme. Kemenag Tuban bersama Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT) dan Pemda menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi PMA no 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim.

Adapun peran dan tugas majelis taklim diantaranya adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai ajaran Islam dan menjaga keutuhan NKRI.

“Menajamkan makna moderasi beragama menjadi hal yang sangat penting. Seperti kasus di Kecamatan Rengel beberapa waktu lalu informasinya yang bersangkutan mengaji hanya lewat YouTube. Bukan mengaji lewat sumber kitab aslinya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, selain  memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti toleransi beragama. Indonesia juga merupakan negara yang berbentuk Negara kesatuan Republik indonesia (NKRI). Yang didalamnya terdiri dari bermacam-macam suku, ras dan agama. Sehingga bersama-sama harus menciptakan iklim yang kondusif tanpa melihat warna kulit dan agama. “BKMT dalam kiprahnya bisa memberikan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat, sesuai kajian dan ajaran yang tidak menyimpang,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru