oleh

Tanggul Longsor, Warga Semakin Terancam

TUBAN

seputartuban.com – Warga Desa Banjararum, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban mulai resah. Pasalnya tanggul sungai bengawan solo terancam ambrol. Saat ini kondisinya sudah longsor dan terdapat rongga tanah memanjang. Jika banjir datang, pemukiman warga besar kemungkinan akan diterjang banjir.

Tanggul sungai bengawan solo nyaris ambrol
PARAH : Kondisi tanggul sudah meresahkan warga. Pasalnya jika banjir datang, pemukiman warga terancam kebanjiran

Kkondisi tanggul sungai bengawan solo yang berada di Dusun Blimbing, Desa Banjararum longsor dua hari lalu. Panjang badan tanggul yang retak dan longsor sepanjang 50  meter. Dengan kedalaman rongga tanah sekitar 2  meter. Bahkan badan tanggul tidak bisa dilalui kendaraan seperti biasanya. Karena kondisi tanggul sudah parah.

Warga memasang portal dari bambu sebagai peringatan bahwa jalan tanggul tersebut tidak bisa di lewati, karena badan tanggul longsor. Bahkan akibat hal ini rumah warga rusak parah dan harus dipindah ketempat yang lebih aman.

Rumah tersebut adalah milik Sarminah, janda  berumur lebih dari seratus tahun ini terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga. Sambil menunggu perbaikan rumahnya yang direlokasi. Longsornya badan tanggul ini 2 hari kemarin bersamaan dengan surutnya air sungai bengawan solo yang sempat banjir dua pekan lalu.

Meski untuk meminimalisir agar tidak terjadi longsor dan dibangung plengsengan sejak 3 tahun terakhir. Namun upaya tersebut ternyata tak bisa melawan kuatnya arus sungai bengawan solo yang terus menggerus tebing sungai hingga menyebabkan tanggul longsor.

Salah satu warga, Suryadi saat dikonfirmasi, Rabu (01/01/2014) mengatakan bahwa warga mulai resah jika banjir datang. Selama tanggul kondisinya masih rawan, maka ketenangan warga juga terus terusik. “ini longsornya mulai 2 hari lalu, longsor sekitar 5 motor. 1 rumah dipindah karena terkena longsoran,” ungkapnya.

Longsornya badan tanggul sungai bengawan solo yang telah berusia puluhan tahun tersebut di duga akibat aktivitas penambangan pasir illegal. Yang memakai mekanik atau mesin diesel di wilayah seberang atau wilayah Kabupaten Bojonegoro setahun terakhir.

Warga mengaku sudah mendatangi para penambang pasir mekanik agar tidak lagi menambang pasir dengan mesin diesel. Karena jika masih dilakukan, maka longsornya tanggul diperkirakan akan lebih parah lagi.

Jika tidak segera diperbaiki maka dapat dipastikan jika debit air atau banjir kiriman dari hulu kembali datang. Maka pemukiman padat penduduk tersebut akan kebanjiran karena kondisi tanggul yang sudah ambles hingga memudahkan air masuk ke rumah warga. (pit)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

1 komentar

Komentar ditutup.

Terbaru