oleh

Sengketa Lahan Pipanisasi MCL, Warga Karangagung Blokir Pantura

PALANG

seputartuban.com – Ratusan warga Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban unjuk rasa dengan blokir jalur Pantai Utara (Pantura) di desa setempat, Rabu (13/11/2013) sore. Aksi demo dipicu tuntutan warga kepada Mobile Cepu Limited (MCL) agar mengalihkan pemasangan pipanisasi yang hendak melintas di tanah hak milik warga.

Askijah merupakan ahli waris dari Bani Ismail yang merasa masih belum menjual dan memiliki lahan seluas 8.040 meter persegi itu. Namun MCL melakukan proses pipanisasi dilahan ini. Sehingga warga meminta agar pipa minyak tersebut tidak melewati tanah ini.

Dalam aksi ini, warga berbagai usia anak-anak, wanita, remaja hingga pria dewasa turun jalan. Sambil membawa poster kecaman terhadap MCL. Aksi dilakukan di area pipanisasi desa setempat. Karena saat aksi tidak ditemui perwakilan MCL, maka warga beralih ke jalan jalur Pantura desa setempat dengan melakukan aksi blokir jalan.

Hal ini dilakukan karena warga karena kesal tidak ditemui MCL. Bahkan warga nampak marah, dengan memaki perusahaan. Untuk meluapkan kekesalanya ini, warga duduk ditengah jalan. Hal ini mengganggu lalu lintas.

Muhtadi (43), warga desa setempat saat dikonfirmasi  mengatakan bahwa pemilik tanah mengaku belum pernah diajak koordinasi oleh perusahaan untuk membahas proyek pipanisasi. Masih menurut Muhtadi, pihak MCL telah bersikeras akan tetap melanjutkan proyek pipanisasi meski polemik ini terjadi. Kondisi ini membuat warga semakin geram.

Sebenarnya, pemilik tanah berharap agar MCL bisa menawar harga tanah yang dilalui pipanisasi. Sehingga permasalahan ini cepat terselesaikan. Jika kesepakatan tidak segera terjadi, warga akan tetap memblokir lahan pipanisasi tersebut.” Kami bukan menolak pemasangan pipanisasi, melainkan bisa duduk bersama dan membahas kesepakatan, ” ungkapnya.

Terpisah, Field Public An Govermen Affair Management MCL, Rexy Mawardijaya, saat dikonfirmasi terkait polemik ini melalui ponselnya tidak dijawab. Bahkan saat dikirimi pesan singkat juga tidak membalas. (han)

Komentar

1 komentar

  1. sederhana saja penyelesaiannya kalo rakyat tdk pernah menjual laporkan saja ke pihak berwajib, yg demopun belum tentu tahu mereka mendemo apa , bisa jadi hanya diajak …hehehehhehe

Komentar ditutup.

Terbaru