oleh

PKL Menjamur Di Jalan Pantura, Satpol PP Masih Toleran

JENU

seputartuban.com – Musim liburan nampaknya menjadi kesempatan tersendiri bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL). Terlihat puluhan PKL menjajakkan jualannya di trotoar jalan di sepanjang Jl. RE. Martadinata dan Jl. KM 5 Tuban -Semarang. Hal ini menjadi kebiasaan para pedagang yang menggunakan kesempatan pada pengunjung yang berhenti di trotoar jalan pantura tersebut.

PKL Pantura
MENJAMUR : PKL berjualan di trotoar jalan jalu pantura

Seperti salah satu PKL yang menjual bakso, Husnul Suprapto (33), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Saat didatangi di lokasi jualannya mengatakan bahwa dirinya berjualan ditrotoar saat musim liburan atau hari besar. Ditanya apakah ada penertiban dari aparat, dirinya belum pernah menerima teguran atau larangan. Sehingga, akan terus melakukan jualan sampai ada larangan. “Untuk lokasi jualan, dari pihak keamanan Satpol PP malah sudah melakukan pembagian. Kita juga ditarik sama keamanannya itu,” katanya.

Untuk hasil yang diperolehnya, apabila berjualan keliling hasilnya sedikit, yakni sekitar Rp. 300 ribu. Namun apabila dimusim lebaran dan mangkal dilokasi trotoar bisa mencapai Rp. 500 ribu sampai Rp. 600 ribu dalam sehari. “Hasilnya jelas lebih banyak toh. kita jualan sampai ada yang melarang, ” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Sat Pol PP Pemkab Tuban Heri Muharwanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya banyaknya PKL yang jualan di trotoar jalur pantura. Secara aturan pihaknya melarang, namun pihaknya masih memberikan toleransi sampai sehari setelah tahun baru, yaitu rabu (01/01/2014).

Terkait adanya oknum yang melakukan penarikan uang kepada PKL, dia membantah. Menjelaskan bahwa jualan tidak ada punguan dan gratis. Namun hanyak dilakukan pemantauan, apabila terlalu menggangu pengguna ajalan akan ditertibkan. “Tidak ada yang ditarik mas. Kalau memang melanggar aturan dan menggangu pengguna ajalan kita tertibkan. Besok (1/1/2014) harus sudah bersih, kalau tidak langsung kita tindak, ” tegasnya. (han)

Terbaru