oleh

Didemo Warga, Wabup Ajak Demo Kementerian PU

TUBAN

seputartuban.com – Ratusan warga dari 10 desa di Kec. Rengel, Kabupaten Tuban, Selasa (31/12/2013), berunjuk rasa didepan Kantor Bupati Tuban. Menuntut pembangunan tanggul sungai bengawan solo dan normalisasi sungai afur.

Demo Banjir Pemkab
JANJI : Wakil Bupati Tuban saat menemui massa dan berjanji akan memperjuangkan tuntutan mereka

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husein saat dikonfirmasi usai menemui perwakilan massa mengatakan, bahwa pembangunan tanggul sungai bengawan solo menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. “Kalau cuma pembangunan tanggul saja tidak cukup menampung debit air. Makanya saat ini juga dibangun Waduk Jabung Ring Dike yang berada di Desa Mlangi, Kecamatan Widang,” ungkap Wabup.

Wabup meminta, setelah banjir para Kepala Desa segera membuat laporan kerugian yang terjadi diwilayahnya, baik itu inflastruktur maupun kerugian lainnya. “Kita terus melakukan upaya-upaya terkait masalah banjir tersebut. Tanggul bengawan solo yang melintas di Kabupaten Tuban sepanjang 20 kilo meter,” harap Wabup.

Pemerintah Pusat akan menganggarkan pembangunan tanggul jika lahannya sudah disediakan Pemkab Tuban. Karena pemerintah pusat tidak ada anggaran untuk pembebasan tanah. “Kita berharap kerjasama dari masyarakat untuk penyediaan lahan tersebut. Saya berjanji akan membawa masalah ini ke Kementerian PU di Jakarta. Bila perlu saya akan mengajak para Kepala Desa untuk datang kesana. Kita sudah sering menyampaikan masalah ini ke Kementerian PU, namun hingga saat ini masih belum ada tanggapan,” kata Wabup.

Masih menurut data kerugian banjir sungai bengawan solo di Kecamatan Rengel mencapai Rp. 75 milyar lebih. Karena tanaman padi yang sudah waktunya panen, rusak parah sehingga harus mengalami gagal panen (puso). Data kerugian banjir ini belum termasuk dari Kecamatan Soko, Kecamatan Plumpang dan Kecamatan Widang yang sama-sama menjadi korban banjir.

Sementara itu, data banjir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum lengkap. Meski banjir sudah surut beberapa hari lalu, data kerugian ternyata masih menunggu laporan dari kecamatan. (lis)

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru