JENU

Diduga penjaga rumah milik AKBP Suliyono yang kini menjabat sebagai Kapolres Banggai Kepulauan (Bangkep) Sulawesi Tengah tersebut tewas karena keracunan obat. Kali pertama yang mengetahui tragedi tewasnya lelaki 33 tahun asal Desa Karang Asem, Kecamatan Jenu, adalah Wahyu Candra, salah satu erabat AKBP Suliyono.
Pagi itu sekira pukul 08.00 WIB Wahyu berniat mengunjungi rumah kerabatnya itu. Mendapati rumah dalam keadaan terkunci tapi TV masih menyala dengan volume agak nyaring kemudian dia mengintip lewat lobang angin.
Tampak penjaga rumah tergeletak didepan TV. Lantaran dipanggil berkali-kali tidak menjawab membuat Wahyu curiga. Saat itu juga dirinya langsung menghubungi kelurga korban serta sekuriti perumahan setempat. Selanjutnya mereka membuka paksa rumah itu dan didapati tubuh Ramadi sudah dalam keadaan kaku tidak bernyawa. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Jenu.
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, membenarkan peristiwa ini. Dia mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) petugas menemukan beberapa obat disamping jasad korban. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Selain itu, kondisi rumah dalam keadaan terkunci dan tidak ada barang-barang yang hilang.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat keracunan. Karena disampingnya kita temukan beberapa obat antibiotik, antimo serta primadexforta. Dari hidung korban keluar cairan warna kuning,” papar Suharyono di Mapolres Tuban, Rabu (25/11/2014) siang.
Dijelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban yang setiap hari menjaga rumah milik AKBP Suliyono ini. MUHLISHIN
