oleh

Pelantikan Cancoko Diganjal 7 Anggota Banmus

TUBAN

seputartuban.com – Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Tuban, Jum’at (20/09/2013) berjalan memanas. Karena terjadi adu mulut soal rencana rapat paripurna istimewa pelantikan pergantian antar warktu (PAW) anggota DPRD Tuban asal Partai Demokrat.

palu sidang

Informasi yang diterima seputartuban.com, dalam pembahasan yang dihadiri 13 anggota Banmus tersebut terjadi silang pendapat. Sehingga dalam memutuskanya harus melalui voting. Dan hasilnya 5 anggota Banmus terdiri dari Ketua, 3 Wakil Ketua DPRD dan Ali As’adi (Partai Demokrat) setuju rapat paripurna istimewa.

Sedangkan 7 anggota Banmus lainya yang menolak adalah Suwarto dan Karmani (Partai Golkar), Nurlinah (PPP), Hendrat Setiadji (PKS), Agung Supriyanto (PAN), M. Syaroful Minan (PKNU),  Syakir Syafi’i (PKB). Sedangkan Abu Cholifah (PDI Perjuangan) memilih abstain meski dalam komentarnya dia juga menolak.

Wakil Ketua DPRD Tuban, Aris Dwi Setiawan saat dikonfirmasi mengatakan penolakan anggota Banmus ini sebenarnya tidak mendasar. Karena dasar pelaksanaan paripurna istimewa sudah sangat kuat yakni SK Gubernur Jatim nomor 171.414/363/011/2013, tertanggal 9 September 2013. Tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Tuban. Yang memberhentikan Arifudin dan mengangkat Cancoko sebagai anggota DPRD.

Sedangkan soal langkah hukum yang ditempuh Arifudin dengan menggugat di Pengadilan Usaha Tata Negara (PTUN) dianggap tidak ada kaitanya secara substansi hukum dengan proses PAW ini. “hanya Abu (Abu Cholifah) yang ndak angkat tangan. Sebenarnya syaratnya sudah cukup, sebenarnya itu mereka ada apa ?, karena semua syaratnya sudah cukup,” ungkapnya bertanya.

Masih menurut politisi asal Kecamatan Jatirogo ini, anggota Banmus yang menolak dianggap belum memahami dengan benar proses PAW sesuai aturan perundang-undangan. Sehingga alasan penolakan ini dinilai terlalu mengada-ada dan tidak berdasar.

“masih memberikan komunikasi dan pemahaman kepada teman-teman Banmus yang tadi berkeinginan menunda. Ini kepentingan lembaga, Kalau mereka paham dengan hal itu. Dengan alasan-alasan yang mereka sampaikan saya kurang sepaham. Jangan mencari-cari alasan,” katanya.

Terpisah, salah satu anggota Banmus DPRD Tuban yang menolak paripurna istimewa dan dapat dikonfirmasi, Syaroful Minan saat dikonfirmasi menegaskan penolakan ini dikarenakan sejumlah faktor. Yakni adanya gugatan PTUN arifudin hingga saat ini masih dalam proses. Anggota Banmus merasa tidak ada komunikasi sebelumnya sehingga terkesan mendadak ada pelantikan. Serta pimpinan DPRD dianggap memaksakan kehendak.

“Belum ada paripurma istimewa bulan ini.  Menunggu penjelasan PTUN. Keinginan teman-teman. Sambil menunggu konfirmasi yang jelas, permasalahan kita ini jelasnya bagaimana.  Kita juga belum tahu SK Gubernurnya sama sekali secara legalitas. Kesalahanya kok Ketua dan Wakil Ketua ndak ada komunikasi secara jelas,” kesalnya. (min)

Terbaru