Published On: Sab, Agu 1st, 2020

DPRD dan Diknas Kompak “Temuan” Madin Segera Tindaklanjuti

seputartuban.com, TUBAN – Ketua DPRD Kabupaten Tuban dan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Tuban angkat bicara soal adanya dugaan manipulasi data santri penerima dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Madrasah Diniyah (Madin). Keduanya ingin persoalan ini tidak menguap, para pihak terkait agar menindaklanjuti.

ilustrasi uang

Ketua DRPD Tuban, M. Miyadi mengungkapkan pentingnya evaluasi program Bisa Makin agar tepat sasaran. Serta agar tidak ada pihak yang main-main dengan data penerima dana. “Pertama program Bosda Madin harus dievaluasi. Kedua, sebelum dilanjutkan harus dilakukan verifikasi secara faktual tentang keberadaan madin, perizinan, jumlah pengurus, jumlah ustadz/dah, jumlah santri,” katanya.

Hal diatas sangat penting dilakukan agar dapat mengurangi ruang gerak para pelaku manipulasi data. “Validasi data sangat diperlukan untuk menghindari markup data santri,” imbuhnya belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Diknas Kabupaten Tuban, Nur Khamid enggan berkomentar banyak. “Kami sudah tugaskan pak Kabid Pendidikan SD tuk monitoreng dan evaluasi. Silahkan dtg ke kantor nanti kita jelaskan,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya telah diberitakan adanya dengan judul : Pengawasan Longgar, Bosda Madin Rp. 12 Miliar Ada Manipulasi ? , muncul dugaan manipulasi jumlah data santri Madin. Jumlah santri yang diberikan dana oleh daerah tidak sesuai kenyataannya. Diduga ada yang melakukan manipulasi agar dapat menerima dana Bisa lebih banyak. Sehingga memasukkan data santri yang kenyataannya tidak menjadi santri (santri fiktif). RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Videos