oleh

Dewan Dorong BUMD Tuban Jangan Jadi Penonton Saja

seputartuban.com, TUBAN – Meningkatnya investasi di Kabupaten Tuban menjadi potensi ekonomi baru. Peluang ini harus diambil Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengembangkan bisnisnya. Sehingga dapat menghasilkan pendapatan daerah yang tinggi.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Keadilan Sejahtera DPRD Tuban, Imam Sutiono, Jumat (16/4/2021) menegaskan tingginya investasi industri di Kabupaten Tuban harus mampu dimanfaatkan oleh BUMD. Untuk membesarkan nilai bisnisnya maupun untuk peningkatan hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan  banyak investasi yang masuk di Kabupaten Tuban, saya berharap BUMD diprioritaskan dalam kegiatan tersebut. Agar tidak menjadi penonton di Buminya sendiri dan demi tercapainya target di Kabupaten Tuban,” katanya.

Imam Sutiono yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Tuban menegaskan, fungsi dibentuk BUMD untuk meningkatkan PAD. Namun jika perannya belum optimal, perlu dilakukan kajian. Apakah masih BUMD masih perlu dipertahankan atau bahkan dilukidasi.

“Saya rasa kalau capainnya masih seperti dulu-dulu, perlu adanya pengkajian ulang apakah masih layak dipertahankan keberadaan BUMD atau dilikuidasi agar tidak membebani APBD Tuban,” tegasnya.

Peran manajerial BUMD harus optimal dalam mengurus perusahaan. Juga tidak kalah pentingnya adalah peran pemerintah daerah. Harus berupaya kepada para investor agar melibatkan BUMD dalam bisnis yang potensial dikerjasamakan. “Ini untuk kemajuan ekonomi, kemajuan daerah dan demi masyarakat kita juga,” harapnya.

Sejumlah perusahaan nasional maupun internasional beroperasi di Tuban. Bahkan investasi kelas dunia juga sedang berlangsung di Tuban. Semua bisnis tersebut terdapat banyak potensi bisnis yang dapat dikerjasamakan dengan BUMD. Sehingga BUMD tidak hanya jadi penonton bisnis diwilayahnya sendiri.

Politisi muda asal Kecamatan Parengan ini kemudian mempertanyakan penyertaan modal BUMD di Kabupaten Tuban. Karena keberadaan BUMD masih dikategorikan minim kontribusi PAD Tuban. Yakni Rp. 14 miliar dengan rincian dari PDAM Rp. 4 milliar, PD Aneka Tambang Rp 74 juta sedangkan BUMD PT RSM dan PD Migas belum jelas nilainya.

“Kami akan terus mengawal, agar BUMD ini nanti benar- benar mendapatkan kegiatan dari investasi tersebut. Membenahi apa yang kurang baik untuk membantu meningkatkanya,” imbuhnya. Diketahui, Kabupaten Tuban memiliki 4 BUMD. Yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT), Perusahaan Daerah Minyak dan Gas (PD Migas) dan BUMD PT RSM atau Ronggolawe Sukses Mandiri. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru