oleh

Bahaya Corona Apa Congornya ? Apa Sama Bahayanya ?

Oleh : Cipnal Muchlip M / Pimpinan Umum seputartuban.com dan pegiat sosial

Dunia sedang digemparkan Corona Virus Disease 2019 atau dikenal Covid-19 dengan nama pendeknya Corona. Riuh membicarakan virus ini hingga ke pelosok-pelosok negara. Termasuk di Indonesia, sudah diatas tenar lah…, mudahnya demikian. Dengan beragam tanggapan, mulai biasa saja, takut bahkan ada yang acuh.

Virus ini berdampak hampir kesemua aspek kehidupan masyarakat. Politik, keamanan, sosial dan lainnya. Jika ditulis semua jelas membuat jari-jari letih dan akan banyak menulis ulang kata yang sama. Bahkan acara, ritual dan perayaan keagamaan menjadi spesial. Karena tidak seperti kondisi pada umumnya atau biasanya..

Apa Hubungannya Corona dan Congornya ?

Tidak perlu diuraikan soal Corona, karena pembaca dapat memilah bahan bacaan yang tersebar di dunia maya maupun dunia nyata, soal virus yang terlanjur terkenal melebihi artis manapun ini.

Sedangkan kata Congornya, adalah salah satu kata jawa yang memiliki arti mulut dengan dikategorikan kata kasar untuk dituturkan. Dalam hal ini congor (mulut) merupakan sebuah simbolisasi atas ucapan atau perkataan. Bahkan dalam semakin membudaya penggunaan media sosial, congor dapat juga diartikan sebagai keterwakilan mulut untuk berbicara yang digantikan dengan tulisan, gambar, video maupun rekaman suara.

Karena congor juga sebagai simbolisasi atas suara buah pikiran. Kata Congor ditambahi akhirnya “nya” dapat diartikan sebagai suaranya. “nya” dia, kamu, mereka, kita bahkan saya.

Ada sejumlah hal yang memiliki kesamaan sakit karena Corona dan Congornya. Diantaranya harus sama-sama membutuhkan ahli untuk mendiagnosanya. Jika Corona ahli medis yang mampu, sedangkan penyakit congornya ahli yang menguasai (bukan sekedar tahu) dirinya dan agamanya. Sama-sama penyakit yang mematikan. Congornya bisa menjadi penyebab “kekejaman diatas pembunuhan”. Mematikan (tidak hanya nyawa) untuk orang lain maupun untuk dirinya sendiri. Keduanya juga dapat disembuhkan oleh dirinya sendiri.

Ramainya Corona juga atas peran congornya. Mulai yang mendidik, menghujat, membela atas kondisi maupun akibat virus ini. Dari sisi peristiwa, peran pemerintah hingga antar masyarakat juga tidak kalah heboh. Ada yang mendadak menjadi dokter, mendadak jadi penceramah, mendadak alim, mendadak jadi komentator, mendadak dermawan dan banyak hal baik lainnya dilakukan mendadak. Meskipun tidak semua demikian. Ini yang menambah Corona menjadi semakin terkenal atas jasa congornya.

Congor merupakan keterwakilan atas sikap seseorang. Keterwakilan atas pribadi seseorang. Keterwakilan atas jiwa seseorang. Keterwakilan atas budi pekerti seseorang. Keterwakilan kepentingan (pribadi, kelompok maupun publik). Keterwakilan atas peran dan fungsi, serta keterwakilan atas kualitas keagamaan seseorang. Setiap congornya bertindak pasti membawa dampak. Ketika bertindak baik jelas berdampak baik, namun juga sebaliknya.

Karena congor, corona ini lekas teratasi. Karena congor pula corona ini dapat lebih lama lagi tenarnya. Bagaimana peran saling menguatkan, saling menyadarkan, bahu-membahu dan segudang istilah positif lainnya dapat dilakukan dengan congornya. Jika pada saatnya pandemi ini selesai, congornya tetap berperan dalam kehidupan manusia. Akan terus mempengaruhi aspek kehidupan. Karena congornya bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Jika waspada corona telah selesai, maka waspada congornya tetap berlanjut sampai dunia ini berakhir.

Terbaru