Published On: Sel, Apr 23rd, 2019

Tiga Karaoke Diuruk Pedel

seputartuban.com, TUBAN – Tiga tempat hiburan malam yang berada di jalan Tuban- Semarang kilometer 5-6, yakni Happy Karaoke, Dunia Karaoke dan King Karaoke diblokir warga. Pintu masuk tempat ke karaoke diuruk dengan pedel (tanah uruk).

Pemblokiran dilakukan warga dengan tanah uruk

Pengurukan yang dilakukan, dengan menggunakan pedel sebanyak 10 dump truk. Hal itu dilakukan oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris tanah yang telah berdiri 3 karaoke tersebut. ‘’Kami terpaksa melakukan ini, karena upaya kami untuk baik-baik tidak mendapat tanggapan,’’ ujar Lasmini (52) salah satu warga yang mengaku ahli waris tanah, Senin (22/4/2019) di lokasi.

Selain Lasmini, ada ahli waris lain yang ikut ke lokasi dan menunggui serta menyaksikan proses uruk pintu masuk karaoke. Mereka adalah Kasiyati (65), Sumber Budiono (39), keponakan Lasmini dan keluarga lainnya. ‘’Saya menganggap tanah ini adalah tanah kakek saya. Semua buktinya ada. Namun selama ini upaya kami untuk mencari keadilan belum dapat,’’ tambah ibu dua anak itu.

Sementara itu, Sumber Budiono juga menceritakan. Setelah keluarganya mengurus tanah kakeknya Kartidjo seluas 13,55 hektar itu, pihak desa akhirnya mau membuka daftar buku C desa. Akhirnya terbukti tanah tersebut milik kakeknya.

‘’Kami meminta keadilan. Kalau mereka punya bukti sah atas tanah ini silakan protes dan melapor. Kami tunggu laporannya, agar persoalan ini cepat selesai,’’ jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menambahkan, sesuai buku petok D yang dimiliki keluarganya, luas tanah itu 13,55 hektar. Hanya, saat ini di atas tanah itu sudah berdiri tiga tempat hiburan malam. Informasi dari pihak desa, tempat hiburan tersebut sudah punya sertifikat tanah.

‘’Tapi, saat kami minta ditunjukkan sertifikat tanahnya, sampai sekarang tidak ada yang bisa menunjukkan. mbulet terus kalau diminta. Saya menduga memang mereka tidak punya sertifikat,’’ tegasnya.

Secara terpisah, salah satu pemilik karaoke yang lokasi usahannya diblokir, Enys Handayani, pemilik King Karaoke melalui aplikasi perpesanan dia mengatakan sudah melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.

“Yang terjadi terjadilah, yang penting saya punya sertifikat. Dengan kasus ini andai semua Karaoke yang ada di Tuban ditutup oleh Bupati Saya tidak keberatan sama sekali.” ungkapnya. RHOFIK SUSYANTO

Facebook Comments

Print Friendly, PDF & Email

About the Author

Berita Terkini

Videos