oleh

Tarif Angkot Di Tuban Masih “Simpang Siur”

TUBAN

SUARTINI: Hasil survei telah kami sampaikan ke Pemkab Tuban dan Pemprov Jatim. Namun sampai dengan hari ini belum ada tembusan.
SUARTINI: Hasil survei telah kami sampaikan ke Pemkab Tuban dan Pemprov Jatim. Namun sampai dengan hari ini belum ada tembusan.

seputartuban.com–Kenaikan tarif angkutan umum di Tuban belum ada kepastian, meski kenaikan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 30 persen berimbas ke berbagai kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), termasuk jasa transportasi publik.

Namun demikian, khusus kenakian jasa angkutan umum baik angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angkudes) besarannya masih bervariatif. Hanya saja kenaikan yang dipatok pegiat jasa angkutan publik tidak melebihi 30 persen.

Mengantisipasi gejolak sektor angkutan umum tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban gencar melakukan sosialisasi kenaikan tarif yang diwacanakan tak melebihi 10 persen dari sebelumnya.

Hanya sayangnya, pasca digelarnya pertemuan Dinas Perhubungan dengan awak dan pelaku angkutan umum pekan lalu belum diperoleh kepastian berapa tarif penyesuaian angkot dan angkudes, sebagai dampak kenaikan harga BBM besubsidi.

Digelarnya media diskusi tersebut semata untuk menyamaratakan kenaikan tarif angkutan umum agar seimbang, sehingga masyarakat pada umumnya tidak terlalu di rugikan.

“Bilamana tidak disegerakan melakukan koordinasi akan menimbulkan kecemburuan sosial yang semakin meluas,” kata Kepala Bagian Hubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Suartini, Rabu (26/11/2014) siang.

Dia menjelaskan, dari hasil pertemuan yang melibatkan perwakilan sopir angkot dan angkudes se Kabupaten Tuban, paling tidak pihaknya telah berhasil merumuskan perhitungan tarif baru. Rumusan kasarnya tarif per kilometer Rp 132 X kenaikan tarif sebesar 10 persen + Rp 60  untuk premi jasa raharja.

Dengan rumusan ini maka tarif angkot yang sebelumnya Rp 3.000 untuk umum menjadi Rp 3.300. Sementara khusus untuk para pelajar dari sebelumnya Rp 1.500 menjadi Rp 1.800. Sedangkan untuk trayek yang lain seperti Tuban-Merakurak-Montong PP, Tuban-Pakah-Soko-Ponco PP, Tuban-Jenu-Bancar-Bulu PP, Tuban-Merakurak- Kerek-Montong PP, Tuban-Merakuak-Kerek- Tambakboyo PP, Tuban- Semanding-Grabagan-Rengel, di sesuaikan dengan jarak tempuh per kilometernya.

Selain itu, imbuh Suartini, pihaknya juga telah melakukan survei dampak kenaikan BBM bersubsidi terhadap industri kendaraan seperti harga suku cadang serta tarif angkutan itu sendiri di berbagai tempat pemberhentian, pasca diresmikannya kenaikan BBM tersebut.

“Hasil survei telah kami sampaikan ke Pemkab Tuban dan Pemprov Jatim. Namun sampai dengan hari ini belum ada tembusan,” terangnya. ARIF AHMAD AKBAR

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru