oleh

Sudah Dilakoni 20 Tahun, Pembuat Bata Merah Sehari Rp. 5 Ribu

PLUMPANG

seputartuban.com – Sejak berusia 20 tahun, Sriami (40), warga Dusun Ngembes, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, melakoni pekerjaanya sebagai pembuat bata merah.  Istri Tarno (45) ini merupakan salah satu diantara wanita yang tetap menekuni pekerjaanya, meski pendapatan harianya sangat sedikit.

pekerja bata merah
TANGGUH : Sriami (40), warga Dusun Ngembes, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban saat melakukan aktivitasnya mencetak bata merah

Saat ditemui ditempat kerjanya, Sabtu (14/09/2013), Ibu 5 anak ini berpeluh keriungat dan tersengat terik matahari semata-mata untuk membantu penghasilan keluarganya. Dia menerima upah keringatnya, setiap 1.000 batu bata dihargai Rp. 200 ribu. Dalam sehari dirinya hanya mampu membuat sebanyak 100 sampai 150 buah. Atau rata-rata harian, dia mendapatkan upah Rp. 5 ribu sampai Rp. 7.500.

Upah sebesar itu, diperolehnya setelah bekerja mulai dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Dengan pekerjaan mulai mengaduk pasir merah dengan lumpur atau tanah liat yang bercampur air. Adonan itu kemudian dicetak sesuai ukuran. “Ada yang ukuran besar, tebalnya 10 CM dan tipis 7 CM, ” tuturnya dalam bahasa jawa.

Ada hal yang perlu diperhatikan saat mencetak batu bata. Diantaranya saat memberikan pasir kering setiap cetakan baru. Serta memberikan tekanan pada saat adonan dimasukkan dalam cetakan agar terisi penuh. “Setiap hari membuat makan dari rumah, dimakan sambil istirahat. Kalau ditanya kurang, ya kurang saja, tapi ya tetap kerja,” ungkapnya.

Agar mendapatkan penghasilan lebih, wanita berkerudung yang biasa dipanggil Ibu Sri ini juga menjadi kuli angkut batu bata. Setiap 1.000 bata yang diangkutnya, memperoleh upah Rp. 50 ribu. Setiap 7 hari hanya 1 kali angkut ditempatnya bekerja. “Kalau dipabrik tidak ada angkutan, ya mencari angkutan lainnya. Sehari dapat uang Rp. 15 ribu sudah biasa, ” tuturnya.

Meski perjuangan berat yang harus dilakukan Ibu Sri, namun dia nampak tidak ada kesan putus asa atau patah semangat. Wanita tegar ini tetap melewati hari-harinya dengan semangat kerja tinggi demi kehidupan kelurganya. (han)

Terbaru