oleh

Soal Raskin Berkutu Pemkab Tuban Pasang Badan

TUBAN

TEGUH SETYO BUDI: Sangat tidak mungkin tim dari Pemkab Tuban mengecek satu-persatu karena jumlahnya yang banyak.
TEGUH SETYO BUDI: Sangat tidak mungkin tim dari Pemkab Tuban mengecek satu-persatu karena jumlahnya yang banyak.

seputartuban.com-Pasca temuan Komisi B DPRD tentang kualitas beras miskin (raskin) yang diterima masyarakat tidak layak konsumsi, Pemkab Tuban seolah tidak mau disalahkan karena sudah melakukan tugas pengawasan dengan benar.

Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban Teguh Setyo Budi, mengatakan tim dari yang bertugas melakukan pengawasan pendistribusian raskin itu sudah melakukan pengecekan sebelum dikirim.

“Bila ada yang kondisinya yang kurang baik itu wajar. Sebab tidak mungkin semuanya bisa terdeteksi. Sangat tidak mungkin tim dari Pemkab Tuban mengecek satu-persatu karena jumlahnya yang banyak,” kata Teguh kepada seputartuban.com, Kamis (22/10/2015) siang.

Selain itu, Pemkab Tuban berharap adanya peran aktif dari pemerintah desa agar selalu mengecek beras yang di distribusikan oleh bulog. Bila menemukan beras yang dikirim tersebut tidak layak konsumsi agar segera melaporkan kepada tim Kabupaten maupun pihak bulog.

“Sesuai aturan yang ada, bila beras itu tidak layak konsumsi maka bulog akan menganti dengan yang lebih baik dan layak konsumsi. Dalam pergantian itu tidak dipungut biaya pengiriman, karena manjadi tanggungjawab oleh bulog,” ungkap Teguh.

“Pemerintah desa juga harus berperan aktif dan mengkoordinasikan dengan tim ataupun bulog bila ditemukan adanya raskin yang tidak layak konsumsi,” harap Teguh.

Namun begitu, menurut Teguh, Pemkab Tubgan melalui tim yang sudah ada akan meningkatkan pengawasan dan juga lebih teliti lagi dalam pengecekan raskin yang akan di distribusikan.
“Kita juga meminta kepada pihak bulog agar lebih teliti dan mengirimkan beras yang layak konsumsi agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi B DPRD Tuban menilai pelaksanaan program beras miskin (raskin) asal-asalan dan cenderung ngawur. Hal ini terbukti masih banyak raskin yang diterima masyarakat tidak layak konsumsi.

Bahkan, hasil temuan Komisi B DPRD Tuban kualitas raskin disebut tidak sepatutnya dimakan manusia. Kondisi raskin yang sudah berkutu, apek dan berubah warna itu harusnya untuk pakan ternak.

Anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko, mengatakan sudah berungkali pihaknya mendapatkan laporan raskin yang diterima warga tidak layak makan. Sebab raskin tersebut warnanya kuning, berkutu dan juga berbau apek. MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru