Penulis : Amin R
TUBAN

Dalam aksi ini dilakukan oleh salah satu anggota seni rupa yang bernama Eko Rudi Sugiarto. Dengan tubuhnya yang dicat warna putih. Leher, tangan dan kaki diikat dengan tali tambang. Sambil melakukan gerakan menari – nari serta membaca puisi. Dalam isi puisinya menyindir tentang pemerintahan di Kabupaten Tuban.
“Nafas 2012 segera terlepas, dan masihkah makna jadi kusir berfikir pada setiap langkah. Sehingga kecerdasan logika tak lagi meneteskan duka, kecerdikan akal bodohi mencekal angka-angka rupiah. Sudah banyak pelajar korban pegajar, sudah banyak petani korban industri, sudah banyak rakyat korban pejabat,” Petikan puisi yang dibacakan.
Aksi ini sebagai pesan moral kepada penguasa di Kabupaten Tuban. Agara melakukan evaluasi diri dalam memimpin selama ini. “Hal ini sengaja disuarakan, bertujuan supaya para pemimpin – pemimpin yang berada di Kabupaten Tuban bisa berintropeksi diri selama menjalankan roda pemerintahan dan berharap agar masyarakat kecil lebih diperhatikan,” ungkap Rudi, salah satu aktivis.
Foto : Aktivis seni rupa saat melakukan aksinya
