oleh

Salam Permen Cokelat Simbol Polisi Sahabat Anak

TUBAN

SAHABAT ANAK: Para srikandi Polres Tuban yang tampil bersepatu roda dengan hangat menyapa  para bocah sembari membagikan permen cokelat dan mengajak mereka bernyanyi.
SAHABAT ANAK: Para srikandi Polres Tuban yang tampil bersepatu roda dengan hangat menyapa para bocah sembari membagikan permen cokelat dan mengajak mereka bernyanyi.

seputartuban.com-Momen car free day atau hari bebas kendaraan bermotor pekan lalu, dimanfaatkan Satlantas Polres Tuban untuk lebih dekat dengan anak-anak.

Dalam gelaran hari bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Sunan Kalijaga ini,para srikandi Polres Tuban yang tampil bersepatu roda dengan hangat menyapa para bocah
sembari membagikan permen cokelat dan mengajak mereka bernyanyi.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian program polisi sahabat anak yang sebelumnya secara rutinsudah disasar ke setiap sekolah, tutur Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Dyno Indra Setiadi, di sela penjemputan jamaah haji yang berlangsung di Kompi Senapan C Jalan Sunan Kalijaga Tuban, Rabu (14/10/2015) pagi.

Menurut dia, dalam kesempatan itu srikandi Polres Tuban yang menjadi cover car free day juga mengajak anak-anak menghafal rambu lalu lintas, sebagai upaya menanamkan pengetahuan
berlalulintas sejak dini.

polwan 2_____car free dayMengapa anak-anak yang disasar? Dyno menjelaskan, hal ini sebagai upaya mengubah pola pikir (mindset) anak yang selama ini dicekoki para orang tua dengan sosok polisi yang menakutkan.

“Ini sekaligus juga sebagai pengetahuan kepada orang tua agar tidak menakut-nakuti si anak yang rewel atau nakal dengan ucapan jangan nangis, jangan nakal, nanti tak bilangin ke pak polisi loh. Padahal polisi sebenarnya sahabat anak dan tidak menakutkan seperti dalam bayangan mereka,” beber Dyno panjang lebar.

Dia mengatakan, jika kebiasaan ini tak segera dihentikan akan berdampak terhadap kepribadian seorang anak dan tetap menganggap polisi sebagai sosok menakutkan.

“Untuk itu kebiasaan salah itu harus diubah. Jika tidak, selamanya mereka (anak-anak) akan takut pada polisi dan menganggap polisi bukan sebagai mitra masyarakat,” tandas Dyno.

Dia berharap, kegiatan yang rutin digelar berjenjang setiap Minggu pagi ini dapat menanamkan pada mereka bahwa polisi selain sebagai penegak hukum, pada sisi lain polisi juga merupakan teman dari mereka.  ARIF AHMAD AKBAR

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru