oleh

Proyek Normalisasi Jalan Diprotes Warga

GRABAGAN

DIPROTES: Pekerjaan normalisasi jalan di Desa Banyubang Kecamatan Grabagan, Selasa (11/11/2014) siang. (foto: ARIF AHMAD AKBAR)
DIPROTES: Pekerjaan normalisasi jalan di Desa Banyubang Kecamatan Grabagan, Selasa (11/11/2014) siang. (foto: ARIF AHMAD AKBAR)

seputartuban.com-Kata orang, niat baik tak selamanya diterima dengan baik, terjadi saat Dinas PU Pemkab Tuban melaksanakan pekerjaan proyek normalisasi jalan poros desa yang membentang antara Desa Ngarum ke Desa Banyubang di Kecamatan Grabagan.

Meski usulan normalisasi jalan satu-satunya yang menjadi penguhung dua desa tersebut sudah dilaksanakan, tak urung tetap saja diprotes pelaksanaannya.  Padahal sebelumnya, rusaknya jalan tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Seperti ketika salah seorang warga hendak mengangkut panen dari ladang untuk dibawa pulang, misalnya.

Repot memang. Dikerjakan salah, tidak dikerjakan malah tambah salah berganda-ganda.  Sejumlah warga, mengaku sangat senang ketika jalan penghubung dua desa tersebut mulai dilakukan perbaikan.

Tapi di sisi lain, akibat pekerjaan itu jalanan menjadi berdebu dan membuat arus lalu lintas menjadi tersendat dan bahkan mengular kemacetan.

“Seharusnya pekerjaan semacam ini dilaksanakan malam hari saja biar tidak mengganggu pengguna jalan. Kan tidak ada aturan yang mengahruskan dikerjakan siang hari,” keluh Sutikno asal  Desa  Prambon Tergayang, Kecamatan Soko, yang tengah terjebak amcet akibat proyek normalisasi di jalan Desa Banyubang tersebut, Selasa (11/11/2014) siang.

Sementara beberapa warga Desa Ngarum, menyebutkan rusaknya jalan tersebut disebabkan aktivitas kegiatan pengerukan tanah di Desa Banyubang sejak dua tahun belakangan ini.

“Karena saking seringnya dilewati kendaraan yang bermuatan lebih sehingga mengakibatkan jalan menjadi pecah pecah dan rusak,” kata warga.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Pemkab Tuban Izzudin, menjelaskan pekerjaan tersebut tidak akan mengganggu aktivitas warga.

Sebab, tidak akan makan waktu lama karena hanya pekerjaan normalisasi jalan sepanjang 200 meter. Sedangkan untuk proses hotmik baru diajukan untuk pengerjaannya tahun depan karena alokasi dana kegiatan sudah hampir terserap semua.

“Tapi diharapkan dengan dilakukan normalisasi jalan ini dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat pada umumnya,” katanya. ARIF AHMAD AKBAR

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru