Penguatan Mental dan Karakter Generasi Emas Pada Setiap Perubahan Kurikulum Pendidikan

ISTEK ICSADA mesya

Aisyiyah May Nur Widayanti

NIM : 20154001

Jurusan : Kebidanan ISTek ICSada Bojonegoro

Sistem pendidikan dari berbagai negara tentu berbeda, sistem pendidikan adalah tatanan suatu unsur pendidikan yang dimana mencakup didalamnya tujuan, kurikulum, tenaga pendidik, sarana dan lain sebagainya. Dalam setiap sistem pendidikan yang ditetapkan tentu mempertimbangkan banyak hal. Diterapkanya suatu tatanan pendidikan dalam suatu daerah atau bahkan negara mengacu pada kesiapan dalam penerapan suatu sistem pendidikan.

Sistem pendidikan tidak serta merta diterapkan karena keinginan atau bahkan kepentingan suatu golongan. Pada beberapa sistem pendidikan, terjadi beberapa kali perubahan kurikulum, dimana hal ini tentu mempengaruhi banyak instansi yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan dunia pendidikan. Perubahan kurikulum pendidikan beberapa kali terjadi beriringan dengan perubahan aturan pada kebijakan-kebijakan yang baru terkait sistem pendidikan.

Mengutip dari salah satu media online, merujuk pada perubahan kurikulum, di Indonesia mulai pada tahun 2011-2022 telah terjadi 11 kali perubahan kurikulum dengan masing-masing perubahan memiliki berbagai aturan yang berbeda. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan perubahan ini adalah bagaimana adaptasi yang dilakukan oleh siswa-siswi. Perubahan yang terjadi tentu memiliki maksud yang positif, tetapi tidak jarang masih banyak yang belum mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang terjadi. Ketidakmampuan ini dilihat dari aspek secara luas seperti sarana dan prasana, kemampuan tenaga pendidik, mentalitas, dan karakter siswa dan siswi.

Mentalitas para siswa-siswi pada setiap perubahan kurikulum menjadi salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, mentalitas dalam menerima setiap perubahan akan menentukan apakah perubahan suatu kurikulum  berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan. Mentalitas para siswa juga menjadi indikator apakah prubahan yang terjadi menjadi sebuah beban atau menjadi pemicu semangat bagi para siswa.  Penguatan mentalitas dan karakter siswa dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih memperhatikan apa yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh para siswa, seperti pembelajaran yang spesifik merujuk pada kebutuhan pada dunia kerja.

Oleh karena itu, perubahan kurikulum baiknya dilakukan dengan mempertimbangan keefektivitasan pada penerapan di dunia pendidikan, serta meminimalkan perubahan-perubahan kurikulum jika dirasa tidak sesuai dengan maksud dan tujuan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses