oleh

Pengelolaan Keuangan Desa Patihan Disoal Warga

WIDANG

seputartuban.com – Warga Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Rabu (4/09/2013) siang meluruk Balai Desa setempat. Untuk menanyakan kejelasan Surat Pertanggung Jawaban keuangan desa yang belum diselesaikan oleh Mantan Kades Mulyono.

warga desa Patihan
BERJALAN ALOT : Susana hearing warga menyoal pengelolaan kas Desa Patihan, Kec. Widang

Warga mulai berpolemik saat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) keuangan desa pada Agustus lalu. Sisa dana kas desa tersisa Rp. 8.846.100 dan warga menganggap penggunaan tidak dilaporkan secara terinci. Hal ini membuat masyarakat menduga adanya ketidak beresan dalam pengelolaan kas desa.

Dalam dengar pendapat (hearing) ini sempat terjadi keributan kecil. Saat didatangkan Sekretaris Desa, M. Ainul Yakin, yang dianggap warga mengetahui aliran dana, yang warga jumlahnya hingga milyaran rupiah. “bagaimana ini, Kades sudah serah terima kok LPJ Kades yang lama belum jadi,” tanya Suntoro, warga setempat.

Saat ditanya kapan LPJ selama Kades Mulyono menjabat, Ainul Yakin tidak bisa menunjukkan LPJ yang dimaksud. Hal ini memancing emosi warga dan diluapkan dengan memakinya.

Namun kepada ratusan warga yang memenuhi balai desa itu, Ainul Yakin berjanji akan menyerahkannya pada selasa (10/09/2013) mendatang. “saya berjanji akan menyerahkannya selasa depan. Apapun anggapan warga tentang saya, itu terserah mereka (warga). saya akan bertanggung jawab secara hukum laporan warga tersebut,” jawab Ainul Yakin.

Mendapat jawaban ini, warga yang terlanjur kecewa dan tidak percaya, kemudian melaporkanya ke Kapolsek Widang, AKP Ali Kanapi yang saat itu juga sedang mengikuti pertemuan ini.

Warga juga sempat meminta kepada Kepala Desa Patihan yang baru menjabat, Agung Cahyono untuk menghadirkan mantan Kades Mulyono di balai desa. Namun setelah dicari kerumahnya ternyata tidak ada.

Akhirnya pertemuan kembali dilanjutkan tanpa kehadiran mantan Kades. Hearing antara warga, Pemerintah Desa Patihan yang didampingi Muspika Kecamatan Widang berjalan alot hingga memakan waktu lebih dari lima jam. Diketahui, menurut warga dana kas desa mencapai Rp. 1 milyar. Hal ini dihitung dari besarnya uang hasil sewa lahan selema 6 tahun. (han)

Terbaru