oleh

Pencurian Kayu Jati Wilayah Tuban Menurun

seputartuban.com, TUBAN – Dengan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat sekitar hutan, ternyata mampu menekan angka illegal loging, atau tindakan pencurian kayu jati. Di kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan dan KPH Tuban. Dari 4 KPH yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, 2 lainnya adalah KPH Jatirogo dan KPH Kebonharjo.

Penurunan kasus pencurian kayu hutan tersebut, dibuktikan dari data yang dimiliki KPH Parengan dan KPH Tuban. Wilayah KPH Parengan, sepanjang tahun 2020 lalu, KPH Parengan telah kehilangan 698 pohon dengan prosentase meter kubik sebesar 341.613 M3. Sedangkan ditahun 2021, sebanyak 582 pohon dilaporkan hilang akibat dicuri dengan prosentase kibik sebesar 187.072 M3.

Wakil Kepala Administratur (Waka Adm) Perhutani KPH Parengan, Choirul Huda, Kamis (01/01/2022) siang menegaskan dengan pendekatan persuasif yang dilakukan jajarannya mampu menekan pencurian.

“Pendekatan persuasif adalah metode komunikasi yang sangat efektif untuk dilakukan. Kami diminta untuk melakukan penyadaran, memberikan himbauan, serta melakukan ajakan untuk menjaga hutan. Selain melalui forum resmi melibatkan berbagai unsur, kami juga melakukan pendekatan secara personal kepada LMDH (Lembaga Masarakat Desa Hutan) dan pesanggem,” ungkap Waka Adm.

Untuk wilayah KPH Perhutani jatirogo, kerugian kayu diwilayah hutan tersebut akibat tindakan pencurian sepanjang Tahun 2020 sebanyak 600 pohon, jumlah itu diperoleh dari 193 kejadian pencurian dengan prosentase kibik sebesar 42.472 meter kubik, sedangkan sepanjang Tahun 2021 sebanyak 467 pohon dari 69 tindakan pencurian, dengan prosentase kubik sebesar 82.799 meter kubik.

Sedangkan diwilayah KPH Tuban, akibat tindakan pencurian kayu sepanjang Tahun 2020, telah kehilangan sebanyak 136 Pohon. Jumlah itu diperoleh dari 33 kasus pencurian dengan prosentase kibik sebesar 44.705 meter kubik. Disepanjang Tahun 2021, sebanyak 118 pohon dilaporkan hilang akibat tindakan pencurian dengan prosentase kibik sebesar 29,000 meter kubik, jumlah itu diperolah dari 24 kasus yang berhasil diungkap.

“Kurang lebih metode pendekatanya sama. Namun kami lebih mengintensifkan patroli saat jam-jam rawan. Serta memperbanyak komunikasi dengan pesanggem,” kata Bagian Humas KPH Tuban, Tole Abdul Suryadi secara terpisah. ARIF AHMAD AKBAR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru