TUBAN

seputartuban.com-Seperti sudah jamak, saat musim panen raya jagung seperti saat ini harga di tingkat petani jatuh.
Mengantisipasi agar petani tidak terus merugi, pemerintah berjanji akan menaikkan harga jagung.
Penegasan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan panen raya jagung varitas P21 di di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Rabu (30/09/2015) pagi.
“Kita berjanji akan terus mengawal dan mempertahankan harga jagung serta hasil pertanian lainnya. Dengan begitu kita berharap pendapatan petani bisa meningkat,” tandas Amran di depan ratusan petani jagung di Kecamatan Merakurak.
Penggawa kabinet kerja Presiden Joko Widodo kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini, juga berjanji akan terus menaikkan anggaran bantuan untuk program pertanian di daerah.
“Tapi bila daerah itu tidak mengalami peningkatan hasil pertaniannya maka bantuan itu akan dicabut,” kata dia.
Kabupaten Tuban pada tahun anggaran 2014 mendapatkan bantuan program pertanian Rp 7 miliar, sedangkan tahun 2015 ini naik menjadi Rp 23 miliar.
Pada kesempata itu, Amran Sulaiman menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku-pelaku penyalahgunaan pupuk.
“Kita akan terus lakukan penegakan terhadap penyalahgunaan pupuk. Mereka harus ditindak tegas,” tegas Amral sembari menyebutkan para petani penggarap lahan perhutani mulai tahun ini akan mendapatkan jatah pupuk.
Menurut dia, dalam melakukan pengawasan dan peningkatan sektor pertanian tersebut, Kementerian Pertanian melakukan kerjasama dengan TNI AD.
Sementara Ketua KTNA Merakurak, Setyo Budi, mengatakan harga jagung sering mengalami penurunan pada saat puncak panen sehingga petani merugi. Dia berharap pemerintah serius mengawasi dan mempertahankan harga jagung saat ini.
Dia menjelaskan, untuk saat ini harga jagung kering Rp 3.200 per kilogram. Sedangkan harga gabah mencapai Rp 5.200 per kilogramnya. MUHLISHIN
