Ketika Wakil Ketua DPRD Tuban Lupa Pancasila

Pancasila sebagai ideologi dasar bagi negara Indonesia tampaknya sudah dilupakan para pimpinan DPRD di Tuban. Loh?

MEMALUKAN: Inilah Wakil Ketua DPRD Tuban Hadi Nur Riza dari Partai Demokrat tidak hafal bunyi sila Pancasila.
MEMALUKAN: Inilah Wakil Ketua DPRD Tuban Hadi Nur Riza dari Partai Demokrat tidak hafal bunyi sila Pancasila.

seputartuban.com-Mungkin masih bisa dimaklumi dan wajar jika ada siswa SDN di pelosok desa belum hafal di luar kepala isi sila Pancasila, meski harus rela dihukum gurunya dengan berdiri di depan kelas atau hukuman lain.

Tapi yang ini benar-benar konyol. Apa jadinya ketika seorang Wakil Ketua DPRD Tuban Hadi Nur Riza tidak hafal bunyi sila Pancasila. Meski Pancasila hanya terdiri dari lima sila, toh nyatanya politisi DPC Partai Demokrat Tuban ini tidak hafal.

Tidak itu saja. Wakil rakyat Dapil 3 (Kecamatan Rengel, Soko dan Grabagan) juga gagap saat mengucapkan urutan sila Pancasila. Peristiwa memalukan itu sendiri terjadi saat Riza menemui massa PMII Komisariat STITMA Mahdum Ibrahim yang menggelar aksi di gedung DPRD Tuban, Rabu (30/09/2015) pagi.

Setelah massa PMII berorasi, mahasiswa meminta kepada Wakil Ketua DPRD Tuban Hadi Nur Riza untuk mengucapkan sila Pancasila. Permintaan itu dituruti pimpinan dewan asal Desa Prambon Tergayang, Kecamatan Soko, ini sebagai respon jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Reza yang menurut sejumlah koleganya sesama Partai Demokrat di DPRD Tuban adalah kader terbaik lulusan Mesir (Universitas Al Azhar) ini, kemudian dengan lantang menghafal sila demi sila Pancasila di depan massa PMII.

Namun nada suaranya mendadak berubah merendah dam tergagap saat menginjak sila ke empat.

“Empat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan dan kemanusiaan dan…….,” ucap Riza saat dia menyadari bahwa apa yang ducapkan keliru.

MIYADI: Peristiwa ini benar-benar membuat malu lembaga yang menjadi harapan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan juga selaku wakil rakyat.
MIYADI: Peristiwa ini benar-benar membuat malu lembaga yang menjadi harapan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan juga selaku wakil rakyat.

Sontak kejadian ini membuat belasan mahasiswa PMII meneriaki Riza dengan kata-kata yang memanaskan kuping, meski ia sudah mencoba mengulangi megucapkan sila ke empat sampai dua kali tapi tetap keliru.

“Saat ini Bapak Miyadi (Ketua DPRD Tuban) sedang tidak di tempat. Silahkan sampaikan kepada saya apa tuntutan teman-teman mahasiswa, nanti akan saya sampaikan pada beliau,” kata Riza tanpa meneruskan menghafal sila ke empat Pancasila.

Karena tidak dihiraukan mahasiswa yang terus mem-bulynya, Riza pun segera memalingkan muka dan langsung meninggalkan kerumunan massa PMII. Tak cuma mahasiswa yang menyayangkan sikap Riza ini.

Sejumlah anggota DPRD Tuban juga kecewa berat dengan keputusan Riza meninggalkan begitu saja massa mahasiswa PMII yang tengah menyampaikan aspirasi.

Sesama anggota DPRD Tuban menyebut Riza sebagai sosok yang tertutup. Komuniksai dengan sesama kolega dewan, kata sejumlah anggota DPRD Tuban, juga tidak terrlalu bagus.

Belasan masa tersebut sontak memuncak amarahnya saat mengetahui wakil DPRD Tuban tidak mau lagi menemumuinya.

Korlap aksi PMII Wawan Purwandi, mengatakan masih wajar dan bisa dimaklumi jika ada siswa SD belum hafal bunyi Pancasila.

“Namun, sangat konyol bilamana yang tidak hafal Pancasila adalah seorang pejabat publik, wakil ketua dewan dan sarjana yang menyandang gelar berjejer-jejer. Tentunya sangat memalukan,” ungkap Wawan.

Padahal, sambung dia, sejak SD Pancasila sudah mulai diajarkan dan dihafalkan. Bahkan, sekolah-sekolah di pelosok dan dusun. Bagi siswa yang tidak hafal Pancasila maka harus menerima hukuman dari gurunya.

Ketua DPRD dan Ketua Partai Demokrat Kecewa Berat

M ANWAR: Kejadian ini benar-benar telah mempermalukan nama partai. Saya sangat kecewa.
M ANWAR: Kejadian ini benar-benar telah mempermalukan nama partai. Saya sangat kecewa.

Kabar salah seorang pimpinan dewan yang tidak hafal Pancasila membuat Ketua DPRD TUban, Miyadi, kecewa berat.

Miyadi berjanji akan melakukan pembinaan terhadap anggotanya sehingga hal serupa tidak terjadi lagi.

“Peristiwa ini benar-benar membuat malu lembaga yang menjadi harapan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan juga selaku wakil rakyat. Saya sangat menyayangkan hal itu,” beber dia kepada seputartuban.com, Kamis (01/10/2015) siang.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Tuban, M Anwar, saat dihubungi tidak mau berkomentar banyak. Namun begitu dia mengaku sangat kecewa dan menyesalkan kadernya yang tidak hafal Pancasila.

“Ini tidak boleh terulang lagi. Kejadian ini benar-benar telah mempermalukan nama partai. Saya sangat kecewa,” kata Anwar. ARIF AHMAD AKBAR, MUHLISHIN

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses