oleh

Pelaksanaan Raskin di Tuban Asal-asalan

TUBAN

TAK LAYAK: Seorang warga menunjukkan raskin yang diterima sudah berubah warna dan berulat.
TAK LAYAK: Seorang warga menunjukkan raskin yang diterima sudah berubah warna dan berulat.

seputartuban.com-Komisi B DPRD Tuban menilai pelaksanaan program beras miskin (raskin) asal-asalan dan cenderung ngawur. Hal ini terbukti masih banyak raskin yang diterima masyarakat tidak layak konsumsi.

Bahkan, hasil temuan Komisi B DPRD Tuban kualitas raskin disebut tidak sepatutnya dimakan manusia. Kondisi raskin yang sudah berkutu, apek dan berubah warna itu harusnya untuk pakan ternak.

Anggota Komisi B DPRD Tuban, Cancoko, mengatakan sudah berungkali pihaknya mendapatkan laporan raskin yang diterima warga tidak layak makan. Sebab raskin tersebut warnanya kuning, berkutu dan juga berbau apek.

“Hampir setiap ada pembagian raskin selalu ada laporan adanya beras tidak layak konsumsi. Baik itu yang berkutu, berwarna kuning ataupun berbau apek,” tutur Cancoko di gedung DPRD Tuban, Jumat (16/10/2015) siang.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, Komisi B sudah sering berkoordinasi dan menginggatkan bulog terkait kejadian tersebut agar di tindak lanjuti. Sehingga ke depan tidak lagi ditemui persoalan serupa.

“Akan tetapi sampai sekarang kenyataan di lapangan masih saja permasalahan tersebut terjadi. Sepertinya tidak ada itikad baik untuk melakukan perubahan,” kata Cancoko.

CANCOKO: Bagaimana mau dikonsumsi bila kondisinya seperti itu. Pasti masyarakat yang menerima akan dijual kembali.
CANCOKO: Bagaimana mau dikonsumsi bila kondisinya seperti itu. Pasti masyarakat yang
menerima akan dijual kembali.

Berdasar pengamatan Komisi B, hal itu terjadi karena kontrol dari bulog lemah terkait penyerapan beras dari masyarakat. Di samping penyerapan dari petani ada dugaan beras untuk masyarakat miskin ini terus berputar sehingga kembali lagi ke bulog.

“Bagaimana mau dikonsumsi bila kondisinya seperti itu. Pasti masyarakat yang menerima akan dijual kembali,” tegas dia.

Terpisah Kepala Bulog Sub Divisi Regional III Bojonegoro, Efdal Marlius Sulaiman, menjelaskan sesuai dengan SOP sebelum dikirim beras tersebut harus dicek terlebih dahulu.

Bila warga menemukan adanya beras yang tak layak konsumsi harus segera melapor dan akan diganti dengan yang baik.

Efdal menambahkan, menurunnya kualitas beras tersebut disebabkan karena pemupukannya tidak  seimbang, sehingga bisa menyebabkan kualitas beras cepat berubah.

Pada sisi lain pihak bulog mengklaim sudah melakukan perawatan secara rutin untuk menjaga kualitas beras tersebut. MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

1 komentar

  1. Rantai dari sebuah Demokrasi tak selaras dengan hak dan kewajiban yang diterima nafas minoritas adalah pemandangan sehari-hari. Lantang suara yang kita dengar dari nomor wahid, bahwa raskin tak boleh rasto apalagi RASTU (beras berkutu). Namun ketika ada temuan, seluruh pemangku jabatan yang terkait tentang perihal RASKIN seolah – olah senyum pun enggan. indikasi Tahu Sama Tahu (TST) sesama Almamater, persis apa yang terekam dalam benak harapan kami. hadu…..h haduh, awak-awak dadi wong cilik kok diplethet terus, bener kata Bang Iwan F Maling kok teriang maling

Komentar ditutup.

Terbaru