oleh

Merengkuh Spirit Satu Suro Yang Hilang 20 Tahun

Satu Suro memiliki banyak pandangan dalam masyarakat Jawa, termasuk beragam cara menyambut pergantian tahun dalam kalender Jawa di bulan Suro di mana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah. Seperti halnya warga Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, yang menggelar kirab budaya, Kamis (15/10/2015) malam.

RITUAL SURO: warga Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, menggelar kirab budaya dengan mengarak  Bucu Robyong, Kamis (15/10/2015) malam.
RITUAL SURO: warga Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, menggelar kirab budaya dengan mengarak Bucu Robyong, Kamis (15/10/2015) malam.

seputartuban.com-Pada umumnya peringaran Satu Suro yang dilakukan pada malam hari setelah maghrib. Warga Desa Margorejo di Kecamatan Kerek juga melakukan acara kirab budaya pada malam hari, dengan mengarak Bucu Robyong.
.
Bucu robyong yang tingginya tak kurang dari 2,5 meter ini ditandung atau diusung pundak oleh delapan orang dan diarak mengelilingi desa.

Kirab tersebut diikuti oleh warga desa setempat dengan memakai pakaian adat Jawa lengkap dengan aneka jenis pusaka.

Kepala Desa Margorejo, Junaedi, mengatakan kegiatan ini sebagai untuk mengembalikan budaya leluhur yang sudah ditinggalkan hampir 20 tahun. Pada dua dasa warsa ke belakang kirab Bucu Robyong dilakukan secara rutin setiap bulan suro.

“Kita ingin melestarikan budaya Jawa yang sudah lama ditinggalkan. Sudah sekitar 20 tahun tidak diadakan,” kata Junaedi.

Menurut dia, usai diarak keliling desa tengah malam berikutnya atau tepat pukul 24.00 wib Bucu Robyong akan dibuat rebutan warga.

Bucu tersebut terdiri dari hasil panen warga, seperti sayuran, buah-buahan dan juga palawija. Hal itu sebagai bentuk doa dan syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Sang Maha Pencipta.

Selain itu juga dijauhkan dari segala bentuk penyakit. Sehingga kehidupan mayarakat setempat bisa menjadi gemah ripah loh jinawi

Acara kirab Bucu Robyong itu tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan juga masyarakat setempat. Rencananya kegiatan itu akan dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.

Sebab budaya tersebut merupakan salah satu ikon budaya yang ada di Kabupaten Tuban, serta bentuk pengembangan Desa Margorejo yang merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Kerek.

Selain melakukan kirab, juga digelar wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Edy Siswanto mengambil lakon Bima Sakti. MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru