oleh

Mengenal Sosok Raditaka Mardyansah, Prajurit KRI Nanggala-402 Asal Tuban

seputartuban.com, PLUMPANG – Sebanyak 53 Anak Buah Kapal (ABK) KRI Nanggala-402, dikabarkan tenggelam bersama kapalnya di kawasan laut utara Bali. Gugurnya para prajurit TNI AL ini diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu (25/4/2021).

Kls Isy. Raditaka Mardyansah (26), warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban merupakan salah satu prajurit “Monster Laut” itu. Prajurit Tamtama dengan kejuruan isyarat tersebut merupakan pasangan Mugiono (56) dan Sutiah (51).

Raditaka Mardyansah akrab disapa Dika merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Dia bukan dari kalangan keluarga berkecukupan. Terbukti dinding rumah tempat tinggalnya baru direnovasi belum sepenuhnya. Serta di dinding rumahnya tertempel stiker Keluarga Miskin / Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, BPNT.

“Awal mulanya rumah ini dari anyaman bambu. Lalu saya ganti dindingnya dengan kalsibot dan saya cat putih agar terlihat seperti tembok,” kata Mugiono kepada seputartuban.com, Selasa (27/4/2021).

Dengan mata yang sembab dan sesekali menghela nafas panjang, Mugiono menceritakan Dika merupakan anak yang penurut kepada orang tua. Jujur dan tekun dalam bekerja. Dia juga menjadi tulang punggung keluarga. Sejak ia diterima sebagai anggota TNI 2015.

Karena kakanya yang juga anggota TNI sudah berkeluarga dan berdinas serta bertempat tinggal di luar pulau jawa. Sehingga orang tuanya masih tinggal bersama dika dan kedua adiknya.

“Memang saya mendidik anak saya (Dika) dengan keras, meski saya bekerja serabutan. Tapi saya ingin anak-anak saya bisa jauh lebih tinggi tingkat pendidikannya dibandingkan dengan saya,” tuturnya.

Lanjut Mugiono, saat tidak menjalankan tugas dan pulang ke kampung halaman, Dika sering menyempatkan diri untuk bermain sepak bola dan bersepeda serta kumpul bersama teman-temannya. “Kalau tidak ada kegiatan, biasanya pulang kerumah kumpul bersama teman-temannya. Main sepak bola dan bersepeda,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Kesamben Barat, Sri Rahayu (50) mengungkapkan Dika memang merupakan orang yang pendiam dan baik dengan masyarakat.  “Orangnya memang pendiam, dan juga baik di masyarakat. Dia juga biasa saja sama teman- temannya meskipun sudah menjadi TNI AL,” tandasnya.

Bupati Tuban, Fathul Huda sudah berkunjung ke rumah keluarga Dika. Selain memberikan semangat, juga berjanji akan merehab rumah keluarga almarhum menjadi lebih baik. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru