oleh

Mahasiswa FISH Unesa Mengkaji Potensi Village Tourism Langen Tayub Tuban

seputartuban.com, TUBAN – Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) adalah kegiatan mahasiswa melalui penelitian khususnya penelitian dibidang ilmu-ilmu sosial dengan tujuan untuk menumbuhkan jiwa kritis mahasiswa yang paham dan mengerti untuk mengangkat isu-isu sosial dilingkungan sekitar. Program dari Kemendikbud ini dapat diikuti oleh semua mahasiswa dengan jumlah anggota yang bervariasi mulai dari 3 hingga 5 orang anggota sesuai bidang yang diambil dan berasal dari angkatan yang berbeda. 

Progam ini dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat mulai dari tingkat universitas sampai seleksi tingkat nasional sehingga dapat dinyatakan penelitian tersebut lolos didanai. Salah satu PKM yang lolos didanai dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum ini diketuai oleh Wisnu Mahendra, Mahasiswa Jurusan PMP-KN angkatan 2018. 

Berawal dari salah satu mata kuliah di jurusan PMP-KN pada semester 5 yang dalam tugas akhirnya mewajibkan sebuah karya penelitian,  pada akhirnya penelitian tadi membuahkan hasil ketika didaftarkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2020. Pada awalnya, pada tim ini hanya terdiri atas satu ketua dan satu anggota, akan tetapi setelah dinyatakan lolos didanai pada bulan mei 2021, sesuai dengan ketentuan yang ada dipanduan, maka ditambahkan 2 anggota lagi dari mahasiswa yang berbeda jurusan dan angkatan. 

Wisnu Mahendra dan Herlina Agustin yang keduanya berasal dari Mahasiswa PMP-KN 2018 berinisiatif untuk mencari anggota dari angkatan 2019 dan 2020. Sehingga pada akhirnya munculah nama Sunarti dari Sosiologi 2019 dan Fahmi Kurniawan dari PMP-KN 2020, semua anggota berlatar belakang sosial karena memang obyek yang menjadi bahan utama penelitian adalah terkait budaya.

Banyak saran lokasi serta ide yang tertuang pada penelitian ini, akan tetapi setelah dipertimbangkan secara matang, diputuskanlah bahwa lokasi penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tuban dengan Langen Tayub Sebagai objeknya. Tim peneliti berusaha memadukan antara wisata budaya yang ada untuk dikolaborasikan dengan wisata alam yang mampu memanjakan mata. Sehingga muncul lah sebuah ide gagasan dengan judul “Kearifan Lokal (Local Wisdom) Langen Tayub Tuban Sebagai Strategi Pengembangan Wisata Budaya Berbasis Tourism Village” yang dipusatkan di Desa Jadi dan Boto, keduanya berada di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. 

Setelah dinyatakan lolos pada awal mei lalu, tim yang dibimbing oleh Ibu Dr. Oksiana Jatiningsih, M.Si. Ini langsung tancap gas untuk mempersiapkan segala kebutuhan dalam peneltian. Terutama adalah terkait dengan perizinan dari pihak instansi dan Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur. Setelah surat izin dikantongi, tim bergerak cepat dengan terjun ke lokasi penelitian di Desa Boto, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Kedatangan Tim ini disambut baik oleh bapak Handoko Mulyo Utomo selaku Kades Boto. Beliau menjelaskan bahwa Boto ini sebagai salah satu desa yang rutin mengadakan pertunjukan seni Langen Tayub, terutama ketika ada sedekah bumi maupun hajatan yang lain. Akan tetapi karena adanya pembatasan, pertunjukan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang sebagaimana langen tayub ditiadakan sampai keadaan kembali normal. Selain itu, Desa Boto terkenal dengan sentra produksi legen beserta toak dan ditunjang dengan keindahan alam pegunungan sehingga mahasiswa peneliti meyakini bahwa desa ini memiliki  potensi yang besar untuk dijadikan desa wisata berbasis Village Tourism. (Wisnu Mahendra)

Terbaru