oleh

Gaji Kurang, Satpam SMP Gasak 149 Tablet Diringkus Polisi

seputartuban.com, TUBAN – Jajaran Satreskrim Polres Tuban berhasil mengungkap kasus pencurian sebanyak 149 tablet di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Semanding. Diduga pelakuknya adalah Satuan Pengamanan (Satpam) sekolah tersebut, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi mengamankan Eko Nugroho Andiyanto (30), yang tak lain adalah Satpam di sekolah tersebut. Merupakan warga  Dusun Krajan, Desa Penambangan, Kecamatan Semanding.

Kapolres Tuban AKBP Darman, Senin (6/9/2021) mengatakan pelaku pencurian  merupakan pegawai honorer di sekolah tersebut. Aksi pencurian dilakukan disaat sekolah sedang libur akibat pandemi COVID-19. Tersangka beraksi seorang diri dan dengan leluasa mengambil tablet sekolah karena dia memegang kunci sekolah.

“Karena tersangka ini punya kunci lemari etalase tempat disimpannya tablet tersebut maka dia dengan mudah mengambil tablet milik sekolah,” kata Darman saat Release di halaman Satreskrim polres Tuban.

Darman menambahkan, aksi pencurian tablet tersebut  sudah dilakukan tersangka sebanyak 8 kali dan berlangsung sejak bulan April 2021 lalu. Pelaku sendiri telah berhasil menggasak 20 unit tablet milik sekolah. Selanjutnya tablet curian tersebut dijual di toko ponsel. Polisi baru menemukan 1 tablet yang dijual pelaku di salah satu toko dan  sisanya masih dilakukan penelusuran.

“Dari pengakuan tersangka, pelaku ini hanya mengambil 20 unit tablet saja. tapi pengakuannya masih kita dalami karena jumlah tablet yang hilang berjumlah 149 unit. Kami belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan orang lain ,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan tersangka, aksi pencurian tersebut dilakukan tersangka demi memenuhi kebutuhan hidup keluarannya setiap harinya. Dia memiliki seorang anak dan mengaku kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan gaji yang diberikan pihak sekolah. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, karena Gaji yang diberikan sekolah masih kurang,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 ke 3e KUHP Jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukum 7 tahun penjara. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru