oleh

Mabuk Toak, Seorang Ayah “Tunggangi” Anak Kandung Sampai 4 Kali

seputartuban.com, TUBAN – Bermula dari mabuk minuman toak, seorang pria berinisial P (45), asal Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih dibawah umur hingga 4 kali.

Pria  yang sehari-harinya bekerja sebagai petani itu, tega menyetubuhi anaknya kandungnya yang berinisial S (16) di kamar korban.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono, Rabu (2/6/2021) menjelaskan perbuatan tersangka dibongkar atas laporan istrinya. Dengan berbekal video hasil rekaman saudara korban.

“Satreskrim Polres Tuban menerima laporan dari ibu korban. Dengan menunjukkan barang bukti rekaman video yang diambil oleh saudara korban, adegan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku dengan anak kandungnya,” katanya di Mapolres Tuban.

Ruruh menambahkan, setelah menerima laporan itu, selanjutnya jajaran Satreskrim Polres Tuban melakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat ini pria yang gelap mata itu masih menjalani penyidikan. “Dari pengakuan pelaku, perbuatan itu telah dilakukan sebanyak 4 kali semuanya dalam keadaan mabuk,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, tersangka saat ditanya seputartuban.com perihal persetubuhan terhadap anaknya, pra itu membenarkan perbuatanya. Sudah “menunggangi” darah dagingnya sebanyak 4 kali di kamar anaknya. “Saya tidak sadar, karena saat melakukan perbuatan itu saya mabuk toak,” ungkap pelaku.

Dari kasus ini, Satreskrim Polres Tuban mengamankan barang bukti berupa, 1 gamis warna pink motif bunga. 1 BH warna abu-abu, 1 BH warna coklat, 1 celana dalam warna kuning dan 1 celana dalam warna putih.

Serta 1 atasan warna hitam motif batik orange 1 rok panjang warna hitam. 1 kaos warna biru dongker, 1 potong sarung warna coklat motif bunga, 1 kaos singlet, 1 cd, 1 Fc ijasah Anak Korban, 1 lembar foto copy kartu keluarga. Tersangka dijerat pasal 82 junto pasal 76 E dan pasal 81 junto 76 D UU RI NO 35 Tahun 2014 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang NO 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI NO 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun (apabila orang tua kandung ditambah 1/3). RHOFIK SUSYANTO

Terbaru