TUBAN

seputartuban.com -Keberadaan lembaga kursus dan pelatihan sebagai penyokong pendidikan non formal yang telah memberikan output jelas kepada masyarakat, dituntut terus meningkatkan profesionalisme dan terampil secara teknis di bidangnya masing-masing.
Namun demikian, lembaga kursus bukan hanya sekedar bisa mengeluarkan sertifikat, tetapi juga harus siap mempertanggung jawabkannya kepada publik.
Penegasan tersebut disampaikan Kabid Pordikmas dan Jarahnitra Disdikpora Tuban, Tony Sudiantono, di depan 62 tutor dari berbagai lembaga kursus dalam acara orientasi teknis instruktur kursus, Kamis (22/10/2015) pagi.
Menurut dia, pembekalan ini diharapkan mampu mendorong para instruktur atau tutor lembaga kursus dan pelatihan di Kabupaten Tuban mampu memiliki kompetensi kepribadian serta kemampuan sosialnya.
“Pada prinsipnya lembaga kursus tak hanya sekedar bisa mengeluarkan sertifikat, tetapi juga siap mempertanggung jawabkan hasil proses pengajarannya. Untuk itu kapasitas instrukturnya harus dibangun,” ungkap Tony dalam acara yang digelar di Aula Disdikpora Tuban selama dua hari ini.
Harapan besar Tony, setelah kegiatan ini para instruktur punya tanggungjawab dalam bidang pengajaran, serta kompeten dalam mencetak ketrampilan masyarakat.
“Secara garis besar ke depan diharapkan para instruktur lembaga kursus maupun pelatihan lebih berkualtas,” tandas dia. USUL PUJIONO
