Koperasi Digeruduk Nasabahnya, Ratusan Juta “Nyangkut”

seputartuban.com, SINGGAHAN – Salah satu Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KPPS) di kawasan Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Rabu (14/06/2023) digeruduk para “nasabahnya”. Awalnya di lokasi kantor koperasi, kemudian dilakukan pertemuan di Mapolsek Singgahan. Mereka menanyakan uang yang ditabung tidak kunjung dapat dicairkan.

Hasil pantauan seputartuban.com di lapangan, para pemilik modal utama dan nasabah tersebut jengkel karena uang milik mereka, yang sudah ditabung selama bertahun-tahun tidak dapat diambil atau dilakukan penarikan. Padahal, saat dilakukan akad awal, pihak koperasi menyampaikan bahwa penarikan dapat dilakukan setiap saat selama jam kerja.

“Jumlah uang saya disana Rp 400 juta, ini mau saya ambil untuk keperluan pengembangan usaha malah tidak bisa. Setiap saya datang ke kantor hanya dijanjikan untuk mengambilnya dilain waktu. Selalu dijawab begitu terus,” kata Ciciek Tri G, warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan saat di Mapolsek Singgahan.

Senada juga dikatakan Mahfudhoh, warga Desa Lajulor Kecamatan Singgahan. Dia mengaku kesulitan saat akan mengajukan penarikan uang miliknya. “Uang saya Rp 60 juta mas, saya sudah berkomunikasi berulang – ulang. Baik datang ke kantor, menghubungi lewat telfon, dan mencoba untuk WA, tapi malah nomor saya diblokir,” keluhnya.

Sedangkan Syahrul hamid, warga Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan. Dia akan menarik seluruh tabungan yang dimiliki, yakni sebesar Rp 16.500.000. Penarikan itu dilakukan setelah beredarnya kabar bahwa koprasi tersebut sudah tidak sehat.

“Saya sudah sering datang ke kantor untuk menanyakan hak saya, tapi sesampainya disana malah berakhir adu mulut. Saya dijanjikan lagi katanya bisa pencairan dibulan ini. Ya saya tunggu saja, tapi kalau diingkari saya mau meneruskan pelaporanya ke Polres Tuban,” ungkapnya.

Kapolsek Singgahan, IPTU Suhardi, melalui Kanit Reskrim, Bripka Rony Hidayat usai melakukan mediasi mengatakan, pihaknya sering mendapat aduan, tidak haya dari warga setempat. Namun juga aduan dari penyerta modal dari Wilayah Kabupaten Bojonegoro.

“Kewenangan kami hanya sebatas menengahi untuk melakukan memediasi. Kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan. Jika berkeinginan untuk membuat pelaporan kami sarankan ke Polres Tuban saja,” tegasnya.

Dijelaskan bahwa sudah 5 orang yang melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon. Informasi yang sudah diperoleh, Koprasi tersebut dikabarkan mengalami kemunduran karena manajemen koprasi tidak tertata dengan baik.

“Tadi pihak koperasi mengakui bahwa kondisi koperasi sedang limit. Pihak koperasi sudah menyanggupi tuntutan para nasabah dan pembayaranya akan dijadwalkan untuk yang penting-penting dulu,” tutupnya.

Sementara itu, usai mediasi di Mapolsek, perwakilan koperasi saat akan dimintai keterangan enggan memberikan jawaban kepada wartawan media ini. ARIF AHMAD AKBAR

Print Friendly, PDF & Email