oleh

Kirab Budaya Hari Jadi Tuban Ke-720, Napak Tilas Pemerintahan

TUBAN

seputartuban.com – Pejabat di Kabupaten Tuban mengikuti kirab budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Tuban ke-720, Selasa (12/11/2013). Mulai Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) hingga pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini beserta istri.

Kirab dimulai dari makam Bupati Tuban pertama, Dandang Wacana yang terletak di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Seluruh peserta kirab menaiki andong atau dokar menuju Pendopo Krido Manunggal Pemkab Tuban. Untuk mengingkatan masyarakat transportasi yang dipakai para leluhur Tuban. Selain itu, sebagai simbol perpindahan pusat pemerintahan yang awalnya diwilayah Kecamatan Semanding dipindah ke wilayah Kecamatan Tuban.

Sesampainya dikawasan Pendopo, peserta kirab berjalan beriringan disertai tarian. Serta gunungan yang dibuat dari buah-buahan dan sayuran. Hal ini sebagai simbol kemakmuran warga Tuban. Setelah masuk Pendopo, disambut dengan pementasan langen tayub.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Kristiawan dalam sambutanya menceritakan kisah asal nama Tuban dari berbagai versi.Diantaranya nama Tuban dari salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang bernama Watu Tiban. Pusaka berupa batu itu menjadi legenda rakyat yang melekat di Kabupaten Tuban. Sehingga nama Tuban diambilkan dari nama belakang sebutan pusaka itu.

Kedua, Tuban berasal dari kata Metu Banyu (bahasa jawa) atau artinya keluar air. Hal ini berasal dari cerita Dandang Wacana salah satu Bupati (adipati) sedang membuka hutan diwilayah Kecamatan Semanding menjadi pemukiman. Saat itu keluarlah sumber air (metu banyu). Sehingga nama Tuban diambil dari singkatan itu.

Selain itu, Politisi muda ini juga berpesan bahwa seluruh budaya bisa dijadikan motivasi untuk pembangunan daerah. Selain itu, peringatan ini akan lebih bermakna apabila pembangunan dilakukan disegala bidang dengan baik. “Zaman dahulu, memang pemerintahan sempat dipindahkan. Kirab ini sebagai simbol perpindahan pemerintahan. Tujuannya agar lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda dalam sambutannya mengatakan bahwa, kirab ini untuk mengingatkan besarnya perjuangan Bupati dan para pejuang Tuban. Zaman dahulu perang menggunakan senjata. Namun saat ini, senjatanya berupa usaha, doa dan uang. “Mencari perpindahan ini memiliki tujuan yang baik. Untuk kemudahan, pusat perdagangan dan pemerinahan. Intinya saat itu, ada latar belakang lebih pada perdagangan,” ungkapnya. (han)

Terbaru