oleh

Ketua Parpol Dipolisikan Istri Wakil Bupati

TUBAN

seputartuban.com – Diduga tersangkut hutang piutang, H. A. Muhlis, Sabtu (25/01/2014) dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Tuban.  Pelapor adalah Nurhayati (45), warga Dusun Cikembulan, Rt. 09. Rw. 06, Desa Jeruk Legi, Kecamatan Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Melaporkan Ketua Parpol Tuban
DIPOLISIKAN : Sujono Ali Mujahidin saat melaporkan kasus klienya ke SPK Polres Tuban

Melalui kuasa hukumnya, Sujono Ali Mujahidin, menyampaikan laporan tindak pidana penipuan atau penggelapan serta pemalsuan. Dalam surat laporan yang diberikan kepada Polisi, menyebutkan terlapor pada tahun 2009 memesan buku dan alat peraga kepada pelapor, dengan nominal Rp 2 miliar.

Namun sesuai kesepakatanya, terlapor tidak dapat melunasi tagihan yang seharusnya membayar. Hingga diangsur beberapakali, dan sampai saat dilaporkan masih memiliki hutang Rp. 585 juta. “ Sudah disomasi sampai 3 kali, tapi tidak ada tanggapan baik,” kata  Sujono Ali.

Lebih lanjut, menurut pengacara yang juga seorang dosen ini menegaska pihaknya memiliki sejumla alat bukti. Mulai kwitansi pembayaran hingga cek kosong beberapa kali. “Pernah dikasih cek, tapi tidak bisa dicairkan itu sebagai alat buktinya,” ungkap Sujono.

Terpisah, H. A. Muhlis saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (25/01/2014) malam,  membantah jika awalnya perjanjian kerja yang dimasalahkan ini mencapai Rp 2 miliar. Kasus hutang piutang ini, dia sudah berusaha mengangsurnya. “ Itu tidak benar sampai Rp 2 miliar. Kemarin waktu disomasi saya sudah berjanji akan mengangsur Rp. 15 juta. Serta hutang saya pasti akan saya lunasi, tapi tetap saya angsur,” tegas Muhlis.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, juga Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hanura ini menyayangkan langkah hukum yang ditempuh pelapor yang juga istri Wakil Bupati Cilacap tersebut. Karena pada prinsipnya kasus ini tidak ada hubunganya dengan pidana. Karena dia sudah berusaha komunikatif dan memenuhi pembayaran dengan cara mengangsurnya. “ Saya punya bukti kwitansi saya mengangsurnya. Saya juga selalu komunikasi. Tapi karena gaji saya sebarapa toh ?,” kata Ketua DPC Hanura Tuban tersebut. (min)

Terbaru