TUBAN
seputartuban.com – Bagi pengguna jalan yang melintas dikawasan jalan pantura Tuban harus ekstra ati-hati. Pasalnya beberapa ruas jalan berlobang, sehingga saat hujan turun terdapat kubanga air. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Banyak jalan berlobang dengan kedalaman bervariasi. Sekitar 0,30 meter sampai 0,75 meter. Berada diberbagai titik jalan. Diantaranya, ada 10 titik di daerah Kecamatan Jenu. Ada sekitar 6 titik di Kecamatan Tambakboyo dan sekitar 12 titik di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Rusaknya badan jalan ini diketahui sejak sebulan terakhir. Kondisi ini sering menyebabkan kemacetan.
Sukardi (56), warga Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, saat dikonfirmasi dilokasi jalan rusak, Kamis (23/01/2014) mengatakan dia merasa aspal jalan tidak kuat. Sehingga saat dilintasi kendaraan besar, cepat rusak.
Menurut, sopir yang mengangkut alat nelayan itu mengatakan bahwa jalan pantura yang berlobang sudah sangat mengkawatirkan. Karena apabila dimalam hari bisa saja lubang jalan tidak dilihat pengendra sepeda motor dan kendaraan lainnya. Selain itu, sisa material seperti aspal dan kerikil masih berserakan dibadan jalan menyebabkan kondisi jalan menjadi licin. “Kalau kita paksakan dilewati, besi shockbeaker dan skok bisa patah. Pilih yang tidak lobang, pelan-pelan harusnya, ” katanya.
Kepala UPTD Bina Marga Jatim di Tuban, Adi Wibowo, saat dikonfirmasi membenarkan jumlah titik lobang atau kerusakan jalan di jalan pantura ini. Kerusakan terjadi akibat hujan deras yang menggenangi badan jalan. Dengan banyaknya kendaraan besar melintas, maka badan jalan akan mudah rusak.
Menurutnya, perbaikan jalan sudah dilakukan sejak 1 bulan lalu. Namun usai perbaikan, jalan kembali rusak. Bukan disebabkan bahan material jalan kwalitas buruk atau erlalu tipis. Namun karena faktor cuaca dan tonase kendaraan yang melintas.
Ditanya dana perbaikan, pihaknya masih akan melakukan kalkulasi lebih detail. Serta meminta setiap UPTD kecamatan ikut membantu dalam memberikan informasi letak kerusakan jalan. “Upaya sudah kita lakukan, sesuai standart dana yang sudah ada. Kerusakan bukan karena kesalahan teknis, namun banyak karena bencana. ” ungkapnya. (han)
