oleh

Diprotes Aliansi 6 Desa, Pipanisasi MCL Dihentikan

Penulis : Muhaimin

SOKO

Hearing yang digelar di Balai Desa Mentoro, Kecamatan Soko

seputartuban.com – Sekitar 25 perangkat desa dan Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam aliansi 6 desa melakukan protes pipanisasi MCl di kawasan Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Rabu (23/1/2013).

Aksi aliansi gabungan perangkat desa dan Kades dari Desa Mentoro, Desa Sumurcinde, Desa Jegulo, Desa Nguruhan, Desa Bangunrejo dan Desa Menilo. Mengawali aksinya mereka berkumpul di Balai Desa Mentoro sekitar pukul 09.00 WIB.

kemudian sekitar pukul 09.30 WIB dilanjutkan dengan meminta proses pipanisasi Mobile Cepu Limited (MCL) yang sedang dikerjakan di kawasan perbatasan Desa Mentoro dan Desa Soko dihentikan. Hal ini disetujuai sub kontraktor dari PT IKPT yakni CPM.

Kemudian dilanjutkan dengan dengar pendapat (hearing) di Balai Desa Mentoro. Dan hadir pula Bambang Kusyanto (perwakilan IKPT), dan Akhnaf (perwakilan CPM) serta dimediatori oleh Kapolsek Soko, AKP Subagiyo.

Aliansi menyampaikan tuntutanya bahwa agar aktivitas pipanisasi agar dihentikan. Hingga Surat Pemberitahuan Pajak Terhutan (SPPT) sudah dipecah. Yakni lahan pipa yang semula hanya atas nama wajib pajak warga, dipisah dengan atas nama MCL.

Sejak awal Desember aktivitas pipanisasi dianggap ilegal. Karena telah menyalahi kesepakatan yang diadakan sekitar bulan September antara perwakilan 6 desa dengan PT MCL dan disaksikan petugas Polsek Soko.

Yang isinya sebelum ada pemecahan SPPT pemilik lahan yang dikontrak MCL  dan proses administrasi SPPT, maka tidak ada aktivitas pipanisasi. Namun ternyata yang terjadi sebaliknya, meski tenggat waktu yang disekapati hingga Nopember 2012, SPTT belum dipecah. Dan sejak awal Desember sudah ada droping dan pengelasan pipa. Sehingga aktivitas MCL di 6 desa wajib dihentikan sampai dengan administrasi SPPT baru dikeluarkan.

Koordinator Aksi, Wakhid Hasyim, saat dikonfirmasi mengatakan selain soal SPPT, juga material galian membuat persawahan disekitarnya banjir. Hal ini membuat petani resah karena tanamanya rawan gagal panen.

“selain itu, saat tanggul Karang Kali, Desa Mentoro jebol warga minta bantua pasir uruk dan zak. Tapi sama CPM di pingpong. Padahal dalam UU Perseroan Terbatas (PT) diwajibkan mengeluarkan dana CSR. Dan warga siap tenaganya untuk membenahi tanggul,” ungkap Wakhid.

Terpisah Kapolsek Soko, AKP Subagiyo saat dikonfirmasi menegaskan dalam hearing tersebut belum ada keputusan. Karena perwakilan PT MCL belum dapat memberikan keputusan. “yang datang hanya perwakilanya MCL saja, dan katanya mau disampaikan ke pimpinanya. Lain waktu akan diagendakan pertemuan lagi, tapi waktunya kapan belum dipastikan,” tegas Kapolsek.

Komentar

2 komentar

  1. itu baru embrio yg lahir dr 6 desa dalam satu kecamatan belum lagi nanti kecamatan rengel, plumpang dan palang bersatu..

Komentar ditutup.

Terbaru