oleh

Bupati Cup Pelajar Tuban 2022 “Dibiayai” Sekolah ?

seputartuban.com, TUBAN – Sejumlah sekolah dan madrasah di Kabupaten Tuban mulai bergolak dengan dilaksanakan Bupati Cup Pelajar Tuban tahun 2022. Pasalnya pelaksanaan kegiatan tersebut menimbulkan polemik, soal pembiayaan pelaksanaannya. Panitia kabupaten hanya memberikan dana Rp. 5 juta rupiah kepada setiap panitia kecamatan.

Hasil penelusuran seputartuban.com, surat yang ditandatangani atas nama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban oleh Sekretaris Dinas, Rasmani tertanggal 13 Juli 2022 menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini pada 21 Juli sampai 30 Juli 2022. Diawali dengan seleksi tingkat kecamatan mulai 3 Agustus sampai 10 Agustus 2022. Demikian isi surat nomor 420/4302/414.101.2/2022 perihal Bupati Cup Pelajar Tahun 2022.

Sedangkan olahraga yang dipertandingkan untuk SD/MI, SMP/MTs adalah sepakbola, Bola Voli, Sepak Takrow, Catur, Bulutangkis, Tenis Meja dan Atletik. Surat yang ditujukan kepada Kordinator Pendidikan Kecamatan (Kordikcam) dan kepala SMP Negeri dan Swasta se Kabupaten Tuban tersebut tidak menyebutkan teknis kepanitiaan maupun pembiayaan. Hanya memerintahkan sosialisasi.

Sementara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban melalui surat nomor B-1506/KK.13.17.2/PP.00/007/2022 tertanggal 08 Juli 2022 ditujukan kepada kepala MI/MTs negeri dan swasta. Agar para kepala sekolah mengikutsertakan siswa dan siswinya dalam Bupati Cup Pelajar Tahun 2022. Lagi-lagi surat ini juga tidak menyebutkan biaya dalam kegiatan. Namun disebutkan untuk pendaftaran melalui Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) dan Panitia Bupati Cup masing-masing kecamatan.

Kondisi di lapangan berbeda, hasil penelusuran seputartuban.com ajang olahraga yang tidak memiliki jenjang kompetisi lebih atas berikutnya ini membuat sejumlah sekolah dan madrasah keberatan. Namun sebagian besar memilih diam. Persoalan tersebut adalah ikut serta menanggung biaya kegiatan ini. Tiap kecamatan sangat bervariasi.

Seperti surat yang edaran dari salah satu Kordiknas, tiap sekolah yang berpartisipasi dibebani biaya Rp. 250 ribu untuk SD/MI dan untuk SMP/MTs Rp. 500 ribu tiap lembaga. Biaya serupa juga terjadi di semua wilayah kecamatan dengan beban nominal yang berbeda. Menurut sumber seputartuban.com, para kepala sekolah/madrasah harus putar otak untuk dapat membayarnya. Karena dana tersebut tidak dapat dibuat laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena tidak terdapat pada Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/ Madrasah (RKAS).

Bahkan ada kecamatan yang membagi rata beban biaya tersebut menjadi rata-rata siswa. Tiap sekolah dibebani biaya beberapa ribu rupiah tiap siswa dikalikan jumlah siswa yang dimiliki. Ada juga tiap kelompok sekolah bertanggungjawab dengan beberapa cabang olahraga. Berbagai cara dilakukan untuk menjalankan perintah para pejabat pendidikan di Tuban tersebut. Karena biaya yang diberikan dari panitia kabupaten kepada panitia kecamatan hanya Rp. 5 juta rupiah. Sedangkan kegiatan membutuhkan biaya berlipat dari dana tersebut.

Salah seorang kepala madrasah di Kecamatan Senori, Zakki Mubarok menyampaikan kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Senori keberatan soal pembebanan biaya dalam hasil rapat bersama Kordiknas dan pihak lain. Karena anggaran tersebut tidak tertuang dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Madrasah (RAPBM). Sehingga tidak ada sumber anggaran madrasah yang dapat dipakai. Serta tidak mungkin membebankan biaya tersebut kepada wali siswa. “Kami tidak mungkin memungut biaya dari wali siswa dengan kondisi sosial dan ekonomi saat ini untuk membiayai Bupati Cup ini, jelasnya.

Selain itu, waktu koordinasi juga sangat mepet dengan pelaksanaan seleksi, sehingga kesiapan siswa juga tidak dapat dilakukan dengan maksimal. Jika dipaksanakan akan menjadi penggembira dalam ajang olahraga ini.

“Sumberdana dari mana lagi, kita tidak menolak programnya. Tapi sebaiknya membuat program itu lebih bijak dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang dialami di lapangan. Kami mendukung prestasi siswa, tapi semua harus terencana dengan baik, terukur dan sistematis,” ungkapnya.

Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Tuban, Ismail saat ditanya perbagai polemik kegiatan ini enggan berkomentar banyak. “Ya mas kegiatan itu leading sektornya ada di Dinas Parbudpora (Disbudporapar). Dinas Pendidikan diminta support (mendukung) menggerakan siswanya di sekolah-sekolah sebagai peserta,” tegasnya sambil menyarankan konfirmasi ke Disbudporapar.

Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Muhammad Emawan Putra, juga irit jawaban saat ditanya sejumlah hal melalui ponselnya. Mulai dana Rp. 5 juta rupiah tiap kecamatan bersumber dari mana ?, total dana APBD untuk Bupati Cup 2022 berapa ?, serta soal polemik iuran massal sekolah untuk membiayani acara ini juga enggan berkomentar.

“Disbudporapar sebagai penyelenggara, sumber dana dari APBD dan kontribusi pendaftaran. Besaran kontribusi menyesuaikan kebutuhan dan disepakati bersama (tiap kecamatan) kontribusi hanya yang berpartisipasi,” katanya.

Namun penelusuran seputartuban.com, beredar kabar, bagi pihak sekolah (khususnya dibawah Diknas) yang tidak ikut serta seleksi kecamatan, diminta membuat surat pernyataan mengapa sekolahnya absen mengikuti kegiatan. Hal ini membuat para kepala sekolah berpikir ulang jika tidak ikut acara ini.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Tuban, M. Miyadi dengan tegas bahkan kondisi ini sangat tidak etis. Karena membebani sekolah/lembaga dengan biaya tersebut. Selain itu, ini sebagai bukti bahwa Pemerintah Kabupaten tidak serius dalam meningkatkan pembinaan olahraga di Kabupaten Tuban.

“Rasanya tidak etis pelaksanaan Bupati Cup ada uang pembayaran pendaftaran dan ini sangat memberatkan beban panitia pelaksana di masing-masing kecamatan. Ini sebagai bukti pemerintah tidak kongkrit dan konsen terhadap pembinaan olahraga di Tuban,” tegasnya.

Selain itu, dikhawatirkan akibat pembiayaan ini akan terjadi ketidaksesuaian penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Hal tersebut sangat tidak etis, mestinya kalau niat melakukan kegiatan Bupati Cup, ya dibiayai prosesnya. Karena hal ini akan menjadikan bumerang bagi pimpinan ditingkat kecamatan. Apalagi sampai menggunakan dan BOS yang kegunaannya bukan untuk itu,” ungkapnya.

Diketahui, sesuai edaran yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban nomor 005/4491/414.112/2022 tertanggal 19 Juli 2022, perihal undangan, ditujukan kepada para pihak, pembukaan Bupati Tuban Cup Pelajar Tahun 2022, akan dilaksanakan pada Sabtu (23/07/2022) jam 18.30 WIB di Lapangan Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. Update : “Drama” Bupati Cup Pelajar Tuban Tahun 2022 Berlanjut. NAL

Print Friendly, PDF & Email