oleh

Berharap Gubernur Terpilih Tanggapi Kasus Tanah Gaji

KEREK

seputartuban.com – Pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Jatim, warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban berharap besar Gubernur terpilih memperhatikan nasibnya. Pasalnya kasus kepemilikan tanah warga yang masuk dalam peta bidang PT Semen Indonesia selama 10 tahun ini dapat segera terselesaikan.

Sekretaris FMG
Sekretaris FMG Muhlishin saat menunjukkan surat pengaduanya kepada Komisi A DPRD Tuban

Sekretaris Forum Masyarakat Gaji (FMG), Muhlishin, Minggu (01/09/2013) menjelaskan kasus tanah ini mulai mencuat sejak tahun 2003. Ketika salah satu warga akan mengurus sertifikat tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tuban, namun tidak dapat diproses. Dengan alasan tanah yang dimaksudkan sudah masuk dalam peta bidang PT Semen Gresik (PT Semen Indonesia).

Dari sinilah warga mengetahui, dugaan ketidak beresan tanah yang diyakini milik warga ini. Kemudian setelah ditelusuri ditemukan sekitar 42 hektar lahan milik warga sudah ada proses jual beli kepada dua pengusaha asal Tuban dan Malang, lalu dijual lagi ke PT Semen Gresik.

Mengetahui hal ini, warga membentuk forum dan melakukan sejumlah upaya untuk kembali merebut haknya. Diantaranya menanyakan kepada Kepala Desa (sekarang mantan Kades). Dan dalam rapat desa tersebut Kades mengakui bahwa dirinya tidak menjual tanah warga, namun hanya menjual surat-suratnya saja. Bahkan akibat protes keras warga dan pengakuan ini, Kades akhirnya diberhentikan dari jabatanya.

Kemudian warga melaporkan kejadian ini ke Mapolres Tuban, dengan nomor laporan STPL/180/X/2003RESKRIM tanggal 14 Nopember 2003. Namun hingga saat ini perkembangan kasusnya warga tidak pernah diberitahu hingga saat ini.

Warga juga sudah pernah melaporkan kejadian ini Ke DPRD Tuban sejak tahun 2004 silam. Namun hingga saat ini masih ditangani Komisi A DPRD Tuban dan belum ada hasil yang sesuai dengan harapan warga.

“kami berharap Gubernur terpilih ini dapat memperjuangkan hak-hak kami yang sudah 10 tahun lebih ini belum pasti. Kami sudah melakukan banyak upaya, namun ternyata sampai saat ini belum sesuai harapan,” ungkap Muhlishin. (min)

Terbaru