oleh

Berebut Lokasi Ngamen, Dua Geng Tawuran Tengah Malam

TUBAN

seputartuban.com – Diduga berebut lokasi ngamen, 2 geng saling adu jotos di Jl. Moh Yamin, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Sabtu (11/01/2e014), sekitar pukul 23.30 WIB.

REBUTAN WILAYAH : Terduga pelaku pengeroyokan pengamen saat di Mapolres Tuban
REBUTAN WILAYAH : Terduga pelaku pengeroyokan pengamen saat di Mapolres Tuban

Perkelehaian tersebut bermula dari kelompok dari Harry Siswanto (22), warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban bersama 4 temannya. Yakni NY (18) pelajar SMA, warga setempat. Dan 3 temannya yang masih dalam pengejaran, yaitu Nugik, Bobby dan Wimba.

Kelompok ini biasa mengamen disekitar perempatan pabrik kapur, kelurahan setempat. Tiba- tiba, datang kelompok pengamen lainnya. Yaitu Frizky Frans Aru Martini (19), warga Dusun Rembes, Desa Gesikharjo, Kecamatan Semanding dan temannya YFAR (16).

Kemudian kelompok Harry Siswanto dan 4 temannya langsung menyerang kelompok Frisky. Mendapat serangan, melakukan perlawanan. Namun karena kalah jumlah, keduanya dipukuli. Akibatnya, keduanya mengalami luka pada wajah, badan dan lengannya.

Setelah mendapat laporan warga yang kebetulan melintas, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi perkelahian tersebut. Dua terduga pelaku perkelahian yang bernama Harry Siswanto dan NY berhasil diamankan. Sedangkan 3 temannya berhasil melarikan diri.

Kasubbag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati saat dikonfirmasi di kantornya Sabtu (18/01/2014) mengatakan bahwa korban mengalami luka pada bagian wajahnya. Diduga akibat dipukul dengan Barnekel yang digunakan salah satu terduga pelaku. Petugas hanya menangkap 2 terduga pelaku dan lainnya melarikan diri.

Dari hasil pemeriksaan, terduga pelaku dan teman-temannya merasa tersinggung kalau lokasi mengamennya direbut kelompok lain. Selain itu, terduga pelaku dan kelompoknya merasa tersaingi yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan mengamennya.

“Barang bukti dibawa lari oleh pelaku. Mereka semua Anak Jalanan (Anjal) yang biasanya mengamen di perempatan kapur itu. Karena tersinggung, terus korban dikeroyok para pelaku. Tersangka dijerat Pasal 170 (2) KUHP tentang pengeroyokan. Barang siapa dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang. Ancaman 5 tahun penjara, ” ungkapnya. (han)

Terbaru