oleh

ARB Protes Rapat DPRD Tuban di Yogyakarta Dengan “Jual Gedung Dewan”

seputartuban.com, TUBAN – Rapat anggota DPRD Tuban membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) tahun anggaran 2021 di Yogyakarta beberapa hari lalu menuai protes masyarakat.

Massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Rakyat Bergerak (ARB), Jumat (13/08/2021) menggelar aksi turun jalan untuk memprotes perilaku anggota dewan tersebut. Karena dinilai sangat melukai hati masyarakat Tuban.

Pembahasan Perubahan APBD Tahun 2021 ,Yang dilakukan anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR) Daerah kabupaten Tuban .Yang dilakukan Di Salah satu Hotel di Jogjakarta ,Sangatlah melukai hati Masyarakat Tuban.

Massa sebelum mamasuki halaman Kantor DPRD Tuban, berorasi di Bundaran Patung Letda Sucipto disertai teaterikal. Dengan tema tentang pungutan pajak yang diambil oleh Pemkab Tuban kepada masyarakat Tuban dan kemudian dibuat foya-foya.

SAKITI RAKYAT : Massa saat melakukan aksi teaterikal wujud protes rapat kerja eksekutif dan legislatif di Yogyakarta saat pandemi Covid-19. Foto/Rhofik Susyanto

Puluhan massa mengecam DPRD Tuban dan Pemkab Tuban atas rapat kerja diluar kota saat berlakukannya PPKM Darurat. Mereka menuntut agar pemerintahan Kab. Tuban berpihak kepada masyarakat. Bukan justru menyakiti rakyat.

Selain itu menuntut agar Pemkab Tuban segera menyalurkan dana bantuan sosial dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). DPRD mendorong agar Bupati Tuban segera merelealisasikannya.

Kordinator Lapangan, Abdul Rohim mengatakan, aksi turun jalan itu dilakukan untuk mencari kebenaran apa maksud dan tujuan dari DPRD tuban bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan rapat kerja diluar kota saat pandemi Covid-19. “Saat ini Sedangkan  diberlakukan PPKM darurat. Dimana rakyat dipaksa untuk dirumah saja, tetapi dewan wakil rakyat kita malah justru jalan-jalan keluar kota,”  katanya.

Rohim menambahkan, kondisi ini sangat  disayangkan saat ditengah pandemic. “Disaat masyarakat sedang kesulitan hidup, bahkan saat penjual kopi malam-malam harus berkonfrontasi dengan aparat tapi seenaknya. Ini merupakan tamparan buat kita semua sebagai warga Tuban,” kecamnya.

Massa tidak ditemui oleh pimpinan maupun anggota dewan. Kemudian mereka masuk ke Gedung DPRD Tuban hanya ditemui Humas DPRD Tuban. Sebagai bentuk protes, massa kemudian menyegel gedung itu. Dengan cara menuliskan “Gedung Ini Dijual”, ditempel pada pintu ruang Rapat Paripurna DPRD Tuban.

“Gedung DPR yang semegah ini mestinya tidak perlu lagi melakukan rapat kerja diluar kota. Saya kira gedung didalam itu sudah sangat lebih dari cukup untuk melakukan rapat kerja tersebut. Serta lebih efektif dan efesien dalam anggaran tidak menghambur-hamburkan uang rakyat,” imbuhnya.

Sementara itu Humas DPRD Tuban, Ponco Sumarsono mengungkapkan  pimpinan dewan serta anggota sedah melakukan kunjungan kerja diluar kota. Sehingga tidak dapat menemui massa aksi. “Pimpinan DPRD serta anggota dewan sedang tidak ada di kantor. Karena sedang ada agenda Kunker (Kunjungan Kerja). Untuk itu aspirasi kami tampung dan akan kami sampaikan ke pimpinan,” katanya. RHOFIK SUSYANTO

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru