oleh

Anggota DPRD Tuban Geram, Tuding Data Covid Tidak Akurat

seputartuban.com, TUBAN – Beberapa waktu terakhir kasus Corona Virus Diesase 2019 (Covid-19) di Kabupaten Tuban meningkat. Meski tidak ada publikasi data harian dari Pemerintah Kabupaten, namun dari kondisi masyarakat dapat dirasakan hal itu.

Fahmi Fikroni, Ketua Komisi I DPRD Tuban, mengatakan kasus Covid-19 semakin membahayakan di Tuban. Karena tiap hari mengalami penambahan kasus ditambah data yang diduga tidak akurat. Sehingga hal ini sekaligus membahayakan kondisi masyarakat Tuban.

“Lonjakan covid di tuban yg luar biasa akan tetapi dinas kesehatan tidak melaporkan secara riil. Ini adalah pembohongan publik. Yang hanya menyenangkan hati atasan akan tetepi sangat merugikan masyarakat,” kecamnya.

Publikasi Covid-19 di laman resmi Pemkab Tuban terakhir update 30 Juni 2021

Anggota DPRD Tuban yang juga Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa itu menambahkan bahwa dampak laporan yang tidak akurat dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Menganggap Tuban masih aman, padahal kondisi sebaliknya.

“Dengan laporan fiktif seperti ini akhirnya masyarakat menganggap bahwa Tuban masih aman, tidak ada lonjakan Covid-19. padahal kenyataan nya sebaliknya. Faktanya semua RS (rumah sakit) di Kabupaten Tuban penuh sampai mengantri,” tandasnya.

Anggota dewan asal Kecamatan Jenu itu sangat menyayangkan kondisi ini. Dia berharap kinerja pemerintah daerah justru tidak mengorbankan masyarakatnya karena akurasi data yang lemah.

“Saya adalah salah satu orang yg pernah terkena covid, sehingga sangat menyayangkan adanya pembohongan publik seperti ini. Biarlah cukup saya saja yang mewakili pernah merasakan bagaimana sakitnya terkena Covid-19. Masyarakat yang lain jangan. Melihat kejadian seperti ini, dan ini dampaknya bukan hanya masyarakat akan tetapi juga tenaga kesehatan yang kasihan,” imbuhnya.

Fakta lain yang ia sampaikan bahwa tabung oksigen semakin dicari masyarakat, bahkan perlu pengawalan dalam pengirimannya. Hal itu sebagai salah satu indikasi sederhana, kasus Covid-19 di Tuban semakin mengkhawatirkan.

“Hari ini saya miris dan merinding melihat truk pengangkut oksigen harus dikawal Polisi. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kegentingan sudah terjadi. Ditambah lalu lalang ambulance jenazah hilir mudik dijalan raya lengkap degan pengawalan ini, menunjukkan bahwa Kabupaten Tuban juga relatif tinggi kasus COVID – 19. Untuk itu mari kita bantu tenaga medis, dengan kita bersama-sama mematuhi protokol Kesehatan dan Ikut ikhtiar mensukseskan Vaksinasi semoga kita selalu diberikan kesehatan. Harapannya Pemkab Tuban segera membuat Rumah Sakit Darurat dan menambah Nakes (tenaga kesehatan),” harapnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo membantah tudingan anggota DPRD Tuban ini. Tiap hari pelaporan Covid-19 dilakukan secara realtime. Sesuai surat Kementerian Kesehatan RI nomor SR.01.07/II/3958/2021 tentang Pengisian Data Hasil Pemeriksaan Spesimen Covid-19.

“Semua rumah sakit, labolatorium memasukkan data ke aplikasi All Recordtc-19. Aplikasi pelaporan covid secara online. Jadi tidak bisa diatur, otomatis sistem yang menentukan dan merekap dari semua RS dan Lab,” ungkapnya.

Bambang Menambahkan Covid-19 dapat teratasi jika masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan dan ikut dalam vaksinasi yang telah diprogramkan pemerintah. “Asal masyarakat taat 5 M aman, kemudian jika semua masyarakat sudah mau divaksin-kan terjadi herdimmunity,” imbunya.

Dia menegaskan jika laporan yang dibuat tersebut secara online sehingga dapat diakses semua pihak. “Kalau namanya online ya semua bisa (akses),” tegasnya.

Data seputartuban.com aplikasi allrecord-tc19 Kemkes RI tidak dapat diakses secara umum hasil pelaporannya. Karena saat mengunjungi akses tersebut diminta login terlebih dahulu. Serta setiap wilayah sudah terdapat Dinas Kesehatan yang memiliki akunnya.

Sedangkan data di laman resmi Pemkab Tuban, tanggal terakhir publish pada 30 Juni 2021, Jam 18:00 WIB . Total Persebaran Suspect  0,  Confirm Sembuh 3615,  Confirm Meninggal  446,  Confirm Dirawat  47,  Total Confirm 4108. Sedangkan publikasi harian seperti sebelumnya melalui media center secara harian sudah tidak dilakukan lagi.

Sementara itu, data dari Kominfo Jawa Timur, sejak tanggal 21 Juni 2021 hingga 1 Juli 2021 data Covid-19 wilayah Kab. Tuban jumlah penambahan positif sebanyak 173 kasus atau rata-rata harian sekitar 15 kasus. Sedangkan meninggal dunia sebanyak 27 orang dan sembuh 175 orang. NAL

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru