oleh

AKD Rengel Minta 2014 Dilakukan Pembebasan Lahan Tanggul

RENGEL

seputartuban.com – Asisiasi Kepala Desa Kecamatan Rengel, meminta supaya 2014 dilakukan proses pembebasan lahan untuk pembangunan tanggul sungai bengawan solo. Hal ini terungkap saat dengar pendapat (hearing)  dengan Komisi D DPRD Tuban, diruang paripurna DPRD, Kamis (09/01/2014).

hearing pembangunan tanggul
DESAK PEMKAB : Kades se-Kecamatan Rengel saat hearing dengan Komisi D DPRD Tuban tentang pembangunan tanggul bengawan solo dikawasan Kec. Rengel

Ketua AKD Kecamatan Rengel, Suhadi yang juga Kades Sumberejo, Kecamatan Rengel, saat ditemui usai hearing mengatakan, dirinya berharap pemerintah segera merealisasi pembangunan tanggul bengawan solo. “Kita kades seluruh Kecamatan Rengel yang terkena dampak banjir bengawan solo. Siap membantu dalam proses penyediaan lahannya, dan kita berharap 2014 sudah dilakukan pembebasan lahannya,” harapnya.

Selain itu, para Kades juga berharap agar sungai avur yang melintas dikawasan Kecamatan Rengel segera dinormalisasi. Karena kondisinya saat ini sudah dangkal, sehingga tidak bisa menampung air dengan baik. Bahkan air yang ada dilahan pertanian, tidak bisa mengalir kesungai tersebut.

“Kita juga berharap adanya pengerukan sungai avur yang sudah dangkal. Kita tidak butuh bantuan makanan, tetapi bagaimana cara mengurangi luapan bengawan solo yang kian tahun kian parah ini,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Tuban, Elvy Alfiah saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut kepada pihak terkait. Serta akan kordinasi dengan Pemkab Tuban tentang pambangunan tanggul tersebut. “Kita akan menyampaikan masalah ini kepemerintah Provinsi maupun pusat dalam penanganan banjir akibat luapan bengawan solo. Yang menjadi polemik didaerah Rengel, Plumpang, Soko dan Widang,” janjinya.

Elvy menambahkan, Komisi D akan mendorong Pemka Tuban untuk menggunakan dana Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun 2014 untuk proses pembebasan lahan tersebut. Diharapkan 2014 sudah dilakukan proses pembebasan, dan tahun 2015 sudah bisa dilaksanakan proses pembangunan tanggul yang diharapkan masyarakat. (lis)

Terbaru