oleh

Ahmad Sholikin, Semangat Dan Karyanya Melebihi Kondisinya

seputartuban.com, SENORI – Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan membunuh semangatnya. Ahmad Sholikin (24), warga Dusun Karanganyar, Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban memiliki keterbatasan. Kondisinya tidak berkaki dan hanya tangan kirinya yang normal. Namun dia memiliki karya fenomenal dengan berbekal pensil.

Ahmad Sholikin hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), dan memilih untuk tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Lantaran dirinya merasa kasihan kepada ibu dan keluarganya yang harus mengantar jemput dan menggendong saat berangkat dan pulang sekolah.

Sholikin sapaan akrabnya, dia memiliki keahlian melukis dengan menggunakan pensil 8B. Hasilnya sangat realis. Mulai guratan kulit hingga pencahayaan mendekati aslinya. Dia mengawali lukisannya dengan foto tokoh-tokoh besar yang dia kenal. Kemudian dijadikan koleksinya.

Memulai belajar melukis dengan tangan kirinya sejak tahun 2016-2017 lalu dengan dimentori salah satu teman tetangganya.  Kemudian bakat melukis kembali ditekuni mulai 2019 secara otodidak. Dia mendapat pesanan pertama kali dari tetangga untuk dibuatkan lukisan wajah. Dari karya itu, mendapatkan bayaran Rp. 20.000 rupiah.

Ahmad Sholikin
BERFIKIR BESAR : Ahmad Sholikin saat mengerjakan salah satu pesanan. (seputartuban.com/Rhofik Susyanto)

“Saya kembali melukis sejak 2019, karena saya mendapat pesanan lukisan wajah dan saya jual dengan harga Rp. 20.000 ribu rupiah,” ungkapnya, Senin (25/07/2022).

Meski dijual dengan harga yang masih tergolong murah, lanjut Sholikin, Dia merasa bangga dengan hasil karyanya yang laku dijual. Dengan berjalannya waktu, hingga saat ini sudah mulai banyak pesanan dan karyanya juga dipromosikan melalui media sosial.

“Alhamdulilah sekarang sudah banyak pesanan, ada yang datang langsung ke rumah dan saya promosikan juga ke media sosial. Saat ini karya saya sudah sampai ke luar kota,” jelasnya.

Sementara itu, Ia sekarang membandrol karyanya dengan harga bervariasi. Mulai dengan harga Rp. 150.000 sampai Rp. 400.000 rupiah. Ada tambahan harga menyasuaikan jumlah wajah. “Dengan keterbatasan fisik, setidaknya saya bisa membantu keluarga saya dengan karya saya,” ungkapnya. Selain itu, Sholikin berharap kedepan dapat mengembangkan bakatnya dan ingin mempunya galeri untuk menampung hasil karyanya.

“Saya ingin mempunya galeri, dan meski saya memiliki keterbatasan bukan berarti saya harus merasa kecil hati. Akan tetapi untuk menggapai cita-cita tentunya harus dengan tekat yang kuat dan tetap semangat dalam menjalani hidup,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Print Friendly, PDF & Email