MONTONG

seputartuban.com – Rencana pengelolaan Goa Putri Asih menjadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Tuban oleh Perhutani KPH Parengan bersama masyarakat sekitar terus berlanjut. Sabtu (03/10/2015) dilakukan syukuran di kawasan hutan, RPH Nguluhan, BKPH Mulyoagung bersama masyarakat maupun unsur pemerintah.
Acara wiwit atau kawit sebagai wujud keseriusan masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Wono Asih untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar hutan melalui wisata. Sehingga Hutan tetap lestari rakyatnya dapat lebih sejahtera.

Syukuran Kawit oleh masyarakat diartikan untuk mengawali sebuah pekerjaan baru. Diharapkan agar proses pembangunan dapat dilakukan dengan lancar. Serta lokasi wisata selalu diberi keberkahan dan keselamatan untuk semua pihak.
Camat Montong, Agus Wijaya berharap besar Goa Putri Asih menjadi lokasi wisata yang sangat menarik dan berkembang besar. Karena selain potensinya, juga akan membawa dampak ekonomi pada masyarakat sekitarnya.
Dari unsur pemerintah akan membantu sepenuhnya proses pengelolaan lokasi wisata mulai perijinan hingga pengembanganya. Jika dimungkinkan diusulkan pembangunan untuk sarana penunjang yang bersifat publik.
“Kami sangat mendukung pengelolaan wisata berbasis masyarakat murni ini. Kita akan membantu semaksimal mungkin. Termasuk pemerintah desa agar dapat menunjang keberadaan wisata,” ungkapnya.
Perijinan yang sudah diajukan adalah Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Ganguan Lingkungan (HO). Jika keduanya segera selesai, akan dipakai syarat mengajukan ijin lokasi hiburan umum. Kemudian baru dilakukan pembangunan fasilitas wisata bersama masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Wono Asih.
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono dalam kesempatan ini menegaskan rencana operasional Goa Putri Asih pertama kalinya dilingkungan Perhutani porsi masyarakat paling besar. “Ini paling besar di Perhutani masyarakat terlibat dalam pengelolaan wisata hutan,” jelasnya.
Diharapkan dengan dibukanya Goa Putri Asih membuat masyarakat sekitar hutan lebih sejahtera dan mewujudkan hutan lestari. “Hutan pada dasarnya dikuasai negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Sehingga masyarakat juga ikut menjaganya. Lokasi wisata hutan saat ini sangat diminati mari kita jaga kelestarianya,” katanya.
Sebagai wujud keseriusan semua pihak untuk mengelola wisata, dilakukan peletakan batu pertama oleh perwakilan Perhutani KPH Parengan, pemerintah, LMDH dan Koperasi Wono Asih.
Hadir dalam acara ini, Adm dan Waka Adm Perhutani KPH Parengan, Camat Montong, Kepala Desa dan Ketua LMD Nguluhan, Ketua Forum Komunikasi LMDH KPH Parengan, masyarakat Desa Guwoterus dan Desa Nguluhan serta pengurus Koperasi Wono Asih. MUHAIMIN
