oleh

367 Kepala Madrasah Terancam Diganti

TUBAN

Kasi Penma Kemenag Tuban, M. Muhlisin Mufa
Kasi Penma Kemenag Tuban, M. Muhlisin Mufa

seputartuban.com – 367 Kepala Madrasah dilingkungan Kementrian Agama Kab. Tuban terancam diganti. Hal ini sesuai aturan baru terkait pencairan dana dari pemerintah pusat kepada pihak madrasah.

Ratusan Kepala Madrasah tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) terancam diganti.

Sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 29 tahun 2014 tanggal 15 September 2014 tentang kepala madrasah. sesuai dengan pasal 8 ayat 1 huruf c dan e. Dalam peraturan itu, persyaratan untuk menjadi kepala madrasah harus memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat (D IV). Serta memiliki sertifikat pendidik atau telah memperoleh TPP.

Jika hal ini tidak dilaksanakan, madrasah terancam tidak dapat mencairkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta guru dilembaga tersebut juga tidak bisa mencairkan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP).

Kasi pendidikan madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, M Muhlisin Mufa, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait peraturan tersebut. Serta melakukan pembinaan dan penguatan terhadap lembaga-lembaga yang ada, sehingga dengan adanya peraturan tersebut tidak menimbulkan masalah ditingkat lembaga.

“Bagi kepala madrasah yang belum sertifikasi tertolong dan masih ada waktu, sebab ada korelasi hingga tahun 2017. Sebab di PMA tersebut lembaga diberikan batas waktu hingga tiga tahun sejak peraturan tersebut diterbitkan,” jelasnya.

Ditambahkan, pergantian kepala madrasah kewenangan ada masing-masing lembaga atau yayasan. Sedangkan kewenangan Kemenag hanya pada madrasah negeri saja. Namun, pergantian kepala madrasah diharapkan tetap berpedoman pada PMA.

Sehingga tidak menimbulkan masalah dan juga benar-benar memiliki kompeten sesuai dengan harapan pemerintah untuk memajukan pendidikan.

“Yayasan dalam melakukan pergantian kepala madrasah harus mengacu pada peraturan menteri. Sebab disitu persyaratannya sudah jelas dan pasti yang terpilih orang-orang yang mampu,” harapnya.

Diharapkan, pada 2017 tidak ada permasalahan atau jabatan kepala madrasah yang tidak sesuai dengan PMA tersebut.

Diketahui, dibawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban terdapat sebanyak 552 lembaga. Dengan rincian kepala madrasah yang sudah bersertifikasi sebanyak, 185 orang, berijazah S1 (D-IV) sebanyak 466 orang dan belum tersertifikasi sebanyak 367 orang, serta belum memiliki ijazah S1 (D-IV) sebanyak 86 orang. Paling banyak kepala madrasah/sekolah yang belum S1 ditingkat RA. MUHLISHIN

Print Friendly, PDF & Email

Terbaru