TUBAN

seputartuban.com-Sejumlah riset tidak resmi yang menyebutkan jalan raya di berbagai penjuru dunia menjadi pembunuh manusia setelah serangan jantung, juga terjadi di jalanan Kabupaten Tuban.
Data yang dirilis Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban Rabu (12/11/2014), menyebutkan sepanjang rentang bulan Januari hingga penutup Oktober 2014 kemarin, setidaknya sebanyak 164 nyawa manusia mati sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas.
Ditilik dari jumlah kejadian, angka itu cenderung naik dibanding tahun 2013 lalu dimana sebanyak 84 orang meninggal dunia di jalan raya karena kejadian serupa. Hanya saja total kejadian kecelakaan jalan raya mengalami penurunan.
Dari data tersebut, disebutkan dalam kurun waktu tahun 2013 ada 1.005 kejadian. Sementara sampai akhir bulan lalu tercatat ada sebanyak 831 kasus kecelakaan jalan raya.
Kanit Laka Lantas Polres Tuban, Ipda Nungki S, memaparkan dari total 831 kejadian jalan raya tersebut mayoritas korbannya didominasi karyawan swasta yakni sebanyak 564 orang. Kemudian pelajar SMA sederajat sebanyak 108 orang dengan kategori usia 16 sampai 25 tahun.
Sementara kecelakaan itu sendiri terjadi antara jam 06.00- 12.00 WIB. Realitas ini menunjukkan jam sibuk saat berangkat dan istirahat siang masuk zona rawan kecelakaan jalan raya.
Menurut Nungki, berkaitan itu langkah konkrit untuk meminimalisir angka kecelakaan adalah dengan gencar melaksanakan studi dan riset dengan melibatkan para siswa SMA sederajat, mahasiswa serta masyarakat yang akan membeli kendaraan baru. Mereka diberi penyadaran tentang bagaimana berlalu lintas dengan baik dan benar.
“Kami secara intensif telah melakukan studi dengan berbagai elemen guna melakukan penyadaran berlalu lintas sesuai dengan kaidah-kaidah berkendara,” tegas Nungki. ARIF AHMAD AKBAR
