Warga Gaji Kecam DPRD Tuban Setengah Hati

TUBAN

MATINYA KEADILAN : Sejumlah simbol kecamatan di bawa warga Desa Gaji saat unjuk rasa di Kantor DPRD Tuban sebagai wujud kekesalan sikap wakil rakyat yang dinilai setengah hati membantu warga
MATINYA KEADILAN : Sejumlah simbol kecamatan di bawa warga Desa Gaji saat unjuk rasa di Kantor DPRD Tuban sebagai wujud kekesalan sikap wakil rakyat yang dinilai setengah hati membantu warga

seputartuban.com – Puluhan warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Selasa (27/10/2015) melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Tuban. Dengan sejumlah simbol yang dibawa warga, mereka mengecam sikap para wakil rakyat yang seolah tak serius membantu permasalahan tanah yang sudah belasan tahun tersebut.

Warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji (FMG), mendatangi gedung dewan dengan membawa simbol kekesalan. Yakni keranda mayat, replika cutton bud (alat pembersih kuping) ukuran besar, hingga poster kecaman.

Simbol ini wujud luapan emosi masyarakat atas kasus tanah dengan PT Semen Indonesia (persero) Tbk. Warga tidak pernah menjual tanahnya, namun sudah masuk dalam peta bidang perusahaan. Karena ada pihak lain yang sudah menjualnya. Kasus ini memanas belasan tahun, namun hingga saat ini belum ada hasil sesuai harapan warga.

“Sudah berkali-kali bertemu anggota dewan sejak beberapa tahun lalu, tapi sampai sekarang ya masih begitu saja,” ungkap Koordinator FMG, Abu Nasir.

Warga menilai sikap wakil rakyat tidak sepenuhnya berpihak rakyat. “Ini wujud matinya keadilan dan Cutton Bud, sebagai simbol agar anggota dewan mendengarkan permasalahan kita dan membantu dengan sepenuh hati,” imbuhnya.

SEMANGAT : Warga Desa Gaji saat jalan kaki di kawasan jalan pantura Tuban menuju kantor Bupati Tuban
SEMANGAT : Warga Desa Gaji saat jalan kaki di kawasan jalan pantura Tuban menuju kantor Bupati Tuban

Warga ditemui Ketua DPRD Tuban, M. Miyadi. Ia menyampaikan DPRD tetap mengawal permasakahan tersebut sampai selesai. Serta menyarankan masyarakat agar menyelesaikan melalui jalur hukum.

“Kita akan mengawal permasalahan ini terus, kita sudah agendakan untuk mempertemukan warga dengan pihak-pihak terkait bulan depan,” kata Miyadi.

Jawaban Ketua DPRD yang juga Sekretaris DPC PKB Tuban itu membuat warga memanas. Kemudian pengunjuk rasa memberikan cutton bud dengan masuk ke gedung dewan. Kondisi ini sempat memanas, karena Miyadi menolak menerimanya. Namun kembali mereda, setelah petugas turun tangan untuk menenangkan masa.

Kondisi ini membuat warga geram, dan sebuah bukti bahwa wakil rakyatnya tidak sungguh-sungguh membantu permasalahan masyarakat. “Dengan menolak apa yang kita berikan itu menandakan bahwa wakil rakyat kita tidak sungguh-sungguh membantu menyelesaikan masalah kita,” kata Abu Nasir, menanggapi kondisi itu.

Aksi kemudian dilanjutkan ke Kantor Bupati Tuban. Dengan jalan kaki melalui kawasan jalan Pantura Tuban. Yakni jalan Teuku Umar, Jalan Martadinata kemudian ke Jalan Veteran. Selama jalan kaki, mereka membagikan selebaran kepada pengguna jalan maupun masyarakat.

Diketahui, sebelum mendatangi Kantor DPRD Tuban, warga juga melakukan aksi di kantor PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk yang ada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek. Mereka ditemui oleh Kasi Bina Lingkungan PT Semen Indonesia, Heri Kurniawan. Dijanjikan akan diajak untuk membahas penyelesaian masalah tersebut, Rabu (28/10/2015).

Selama aksi berlangsung, warga mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Tuban. MUHLISHIN

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses