oleh

UASBN Dan UN Tahun 2021 Dihapus ? Inilah Jawaban Disdik Tuban

seputartuban.com, TUBAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter (SK) mulai 2021. Hal itu disampaikan langsung kepada  Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Jakarta belum lama ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban, Nur Khamid

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban, Nur Khamid menjelaskan, dalam pertemuan itu  disampaikan tentang merdeka belajar. Yakni menyampaikan tentang USBN,  tentang ujin nasional dan tentang RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Serta tentang peraturan penerimaan peserta didik baru berdasarkan zonasi.

“Kalau ngomong masalah UASBN dan UN intinya tahun ini masih dilaksanakan. Tapi tahun 2021, UASBN dan UN itu sudah tidak ada, atau dihapus,” kata Nur Khamid kepada seputartuban.com saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/12/2019).

Lanjut Nur Khamid mengatakan UN akan diganti dengan  Asesmen kompetensi minimum ( AMK) dan survey karakter (SK). Kalau Asesmennya itu sendiri diposisikan ada literasi dan morasi. Literasi penilaiannya pada kemampuan bernalar tentang penggunaan bahasa. Sedangakan morasi itu bernalar menggunakan matematika. 

Untuk  survey karakter, tentang pembelajaran gotong royong dan kebhinekaan. Penilaian ini dilaksanakan ditengah-tengah jenjang sekolahnya. “Kalau SD itu dilaksanakan di kelas 4 bukan kelas 6. SMP dilaksanakan pada kelas VIII. SMA,SMK dan MA dilaksanakan saat kelas XI. Karena dimaksudkan tidak akhir dari proses tapi itu termasuk bagian dari proses  perbaikan mutu. Anak-anak akan mendapatkan perbaikan setelah adanya esesmen dan survey karakter,” jelasnya.

Ditambahkan Nur khamid,  bahwa bentuk penilaiannya masih dirumuskan, asesmen dan survey karakter tersebut. Karena belum ada model perumusannya. Pihak  Kementrian  Pendidikan Nasional baru mengundang sekali seluruh kepala dinas pendidikan. Diagendakan akan dilakukan pertemuan kedua, untuk finalisasi kebijakan dan detailnya kebijakan ini. “Asesmen dan survey karakter ini menurut saya bagus, tapi saya belum punya gambaran tentang capaian pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Karena bagaimanapun jadinya-kan seperti tidak ada hubungan secara langsung.  Antara pelajaran yang diajarkan dengan esesmen dan survey karakter,” pungkasnya. RHOFIK SUSYANTO

Terbaru